TLDR
Penelitian ini menunjukkan potensi tinggi teknologi sel surya tandem dengan perovskit. Molekul 2-merkaptobenzotiazol dapat meningkatkan efisiensi dan stabilitas sel surya. Transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan bisa semakin cepat dengan inovasi dalam teknologi sel surya. Peneliti di National University of Singapore berhasil meningkatkan efisiensi tandem solar cell hingga 32,76 persen dengan menambahkan molekul 2-mercaptobenzothiazole untuk menekan kristalisasi perovskit. Inovasi ini mengatasi salah satu masalah utama dalam penggunaan perovskit yaitu ketidakstabilan akibat kristalisasi yang cepat selama proses manufaktur. Hasil ini menunjukkan potensi besar dalam menghasilkan solar cell yang efisien dan tahan lama.Molekul 2-mercaptobenzothiazole berfungsi sebagai pengikat ganda pada kation organik perovskit yang memperlambat kristalisasi, sehingga membentuk film kristalin dengan lebih sedikit cacat. Tandem solar cell ini juga mampu bertahan dengan mempertahankan 91% efisiensi awal setelah beroperasi di bawah beban selama 1.700 jam. Kerja sama dengan Zhejiang Jinko Solar Co. Ltd. mendukung validasi teknologi ini pada prototipe yang siap dikembangkan lebih lanjut.Penelitian ini membuka kemungkinan komersialisasi tandem solar cell yang lebih stabil dan efektif untuk penggunaan energi surya dalam skala besar. Keberhasilan meningkatkan efisiensi konversi sekaligus ketahanan operasional akan mempercepat adopsi teknologi perovskit-silikon di pasar energi terbarukan. Hal ini mendukung transisi global dari bahan bakar fosil menuju energi bersih dengan kapasitas penyerapan energi matahari yang jauh lebih baik.