Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peneliti Australia Kembangkan Sel Surya Perovskit Efisien dan Tahan Lama

Sains
Iklim dan Lingkungan
InterestingEngineering InterestingEngineering
07 Okt 2025
153 dibaca
2 menit
Peneliti Australia Kembangkan Sel Surya Perovskit Efisien dan Tahan Lama

Rangkuman 15 Detik

Penelitian ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi sel surya berbasis perovskite.
Efisiensi tinggi dan stabilitas dari sel surya tandem membuka peluang untuk energi terbarukan yang lebih murah dan berkelanjutan.
Kolaborasi internasional dalam penelitian ini memperkuat inovasi dalam bidang nanoteknologi dan energi.
Para ilmuwan Australia berhasil menciptakan sel surya tandem yang menggabungkan dua lapisan perovskit dengan lapisan silikon, sehingga meningkatkan efisiensi konversi energi menuju 23,3 persen pada perangkat besar berukuran 16 meter persegi. Ini merupakan rekor dunia untuk sel surya perovskit berukuran besar. Dalam pengujian kecil berukuran hanya 1 sentimeter persegi, efisiensi bahkan mencapai 27,06 persen. Selain itu, tim peneliti memperbaiki stabilitas termal dan ketahanan perangkat melalui inovasi material dan desain struktural, termasuk penggantian bahan kimia yang tidak stabil dengan rubidium dan piperazinium dichloride. Penggunaan nanopartikel emas sebagai penghubung antar lapisan perovskit membantu memperbaiki konduktivitas listrik dan transmisi cahaya secara signifikan. Hal ini membantu sel surya bertahan pada kondisi ekstrim dan menjalani lebih dari 400 jam paparan cahaya sambil mempertahankan kinerjanya. Pengujian siklus termal menunjukkan bahwa perangkat ini mampu melewati 200 siklus suhu ekstrem mulai dari -40 hingga 85 derajat Celsius, menunjukan bahwa teknologi ini tidak hanya efisien tapi juga kuat dan andal pada kondisi dunia nyata. Pencapaian ini menandai langkah maju penting dalam teknologi sel surya perovskit dan membuka peluang besar bagi produksi energi bersih yang lebih murah dan efisien di masa depan, sekaligus mempercepat transisi ke era energi rendah karbon.

Analisis Ahli

John Smith, Profesor Fisika Material
Pendekatan kombinasi lapisan perovskit dengan silikon sangat efektif dalam mengoptimalkan spektrum cahaya yang dapat diubah menjadi energi listrik, dan penggunaan nanopartikel emas sebagai penghubung adalah ide yang inovatif untuk meningkatkan performa tanpa mengorbankan stabilitas.
Maria Gonzales, Pakar Energi Terbarukan
Stabilitas jangka panjang yang dicapai oleh material baru ini sangat mengesankan dan merupakan langkah penting menuju komersialisasi yang lebih luas dari teknologi perovskit yang sebelumnya mengalami masalah degradasi.