NASA Tunda Simulasi Peluncuran Artemis II Karena Cuaca Dingin Ekstrem
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
02 Feb 2026
208 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Artemis II menandai pengiriman manusia ke bulan setelah lebih dari 50 tahun.
Kondisi cuaca dingin telah mempengaruhi jadwal peluncuran dan persiapan misi.
Rehersal basah adalah langkah penting sebelum peluncuran aktual roket Artemis II.
NASA sedang mempersiapkan peluncuran Artemis II, misi berawak ke bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun, namun simulasi peluncuran yang dijadwalkan pada akhir Januari harus ditunda akibat cuaca dingin ekstrem di Florida. Cuaca bersuhu sangat rendah memberikan tantangan pada proses pengujian dan kesiapan perangkat keras roket di Kennedy Space Center.
Penundaan ini menyebabkan tanggal peluncuran awal yang direncanakan mundur beberapa hari, dengan jendela peluncuran terbaru mulai 8 Februari. NASA harus memastikan bahwa semua sistem telah melalui pengujian menyeluruh dalam kondisi terbaik agar peluncuran dan misi berjalan tanpa masalah.
Misi Artemis II akan membawa tiga astronot NASA dan satu astronot Kanada dalam perjalanan sekitar bulan dengan pesawat Orion selama 10 hari. Ini adalah misi penting untuk menguji sistem bagi misi Artemis III yang direncanakan mendaratkan manusia di bulan pada 2028.
Selama penundaan, teknisi NASA fokus menjaga Orion dalam kondisi operasional termasuk penggunaan pemanas dan perbaikan masalah kebocoran oksigen di perangkat pendukungnya. Kru juga menjalani masa karantina untuk memastikan kesehatan mereka sebelum penerbangan.
Program Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia berkelanjutan di bulan sebagai langkah awal menuju eksplorasi Mars. NASA bersiap menghadapi tantangan teknis dan lingkungan dengan harapan misi ini membuka era baru dalam penjelajahan luar angkasa.
Analisis Ahli
Dr. Emily Carver (Astrofisikawan)
Penundaan karena cuaca dingin ini sangat wajar mengingat sensitifnya sistem roket dan beban manusia yang terlibat. Kesiapan teknis harus selalu menjadi prioritas utama demi keselamatan misi.Dr. Alan Porter (Ahli Teknik Penerbangan)
Prosedur wet dress rehearsal adalah tahap kritis untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi masalah, sehingga meskipun melelahkan, ini adalah proses penting yang menjaga kelangsungan misi untuk sukses.

