Pasar Kripto Naik Tipis tapi Aliran Modal Baru Melambat, Waspada Pergerakan Berikutnya
Finansial
Mata Uang Kripto
30 Mar 2026
172 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aliran modal ke dalam pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kelemahan.
Stablecoin seperti USDT dan USDC mengalami stagnasi dan penurunan.
Sentimen pasar dapat berubah dengan cepat, terutama terkait dengan isu geopolitik.
Pasar kripto membuka minggu dengan kenaikan harga beberapa aset utama seperti ETH dan SOL lebih dari 3%, sementara BTC naik hampir 2%. Namun, sejumlah ETF bitcoin dan ether mencatat penarikan dana besar setelah beberapa minggu inflow berturut-turut. Indikasi ini menunjukkan ada ketahanan di sisi permintaan dan potensi pertumbuhan harga yang terbatas untuk saat ini.
Market cap stablecoin terbesar seperti USDT stagnan di sekitar 184 miliar USD dan USDC turun hampir 1,5 persen menjadi 77,77 miliar USD. Data ini mencerminkan perlambatan modal masuk ke aset kripto, sekaligus menjadi proxy minat institusional yang menurun. Penurunan pencetakan stablecoin menandakan investor cenderung berhati-hati menunggu momen pasar yang lebih jelas.
Analisis teknikal dari Peter Brandt memprediksi penurunan harga bitcoin hingga sekitar 49.000 USD, mencerminkan ketakutan pasar menurut opsi put. Namun, faktor eksternal seperti potensi gencatan senjata di Timur Tengah bisa jadi pemicu reli mendadak. Untuk pembalikan tren yang solid, bitcoin perlu menembus level resistensi 75.000 USD.
Analisis Ahli
Markus Thielen
Penurunan jumlah stablecoin yang dicetak adalah sinyal negatif yang menunjukkan berkurangnya aliran modal baru ke pasar kripto.Peter Brandt
Harga bitcoin mengikuti pola teknikal klasik yang mengindikasikan potensi koreksi hingga ke level 49.000 USD.

