Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Implan Oksigenasi Internal: Revolusi Terapi Obat Multi-Obat dalam Tubuh

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (21h ago) health-and-medicine (21h ago)
28 Mar 2026
247 dibaca
1 menit
Implan Oksigenasi Internal: Revolusi Terapi Obat Multi-Obat dalam Tubuh

Rangkuman 15 Detik

Sistem HOBIT dapat menghasilkan oksigen di dalam implan untuk meningkatkan kelangsungan hidup sel penghasil obat.
Perangkat ini dapat mengirimkan beberapa terapi sekaligus, yang dapat menyederhanakan pengobatan penyakit kronis.
Teknologi ini menunjukkan potensi untuk berfungsi sebagai pabrik obat yang dapat diprogram di dalam tubuh.
Para peneliti dari Northwestern University bersama mitra mengembangkan sebuah perangkat implan bernama HOBIT yang mampu menghasilkan oksigen secara internal untuk mendukung terapi sel hidup. Sistem ini memungkinkan produksi simultan tiga obat yaitu antibodi anti-HIV, peptida GLP-1 untuk diabetes tipe 2, dan leptin yang mengatur nafsu makan dalam satu implantasi di dalam tubuh tikus. Eksperimen pada tikus selama 30 hari menunjukkan bahwa dengan oksigenasi internal, lebih dari 65% sel dalam implan tetap hidup dan obat-obatan diproduksi secara konsisten, berbeda dengan implan standar yang hanya mempertahankan 20% sel hidup. Sistem ini menggunakan reaksi elektrokimia untuk memecah molekul air dan menghasilkan oksigen lokal secara berkelanjutan. Inovasi ini berpotensi merevolusi metode pengobatan chronic disease dengan mengganti kebutuhan pil dan injeksi berulang menggunakan implan tunggal yang dapat memproduksi berbagai obat secara terus-menerus. Langkah selanjutnya adalah pengujian pada hewan model lebih besar dan eksplorasi terapi dengan sel pankreas transplantasi.

Analisis Ahli

Jonathan Rivnay
Teknologi ini memungkinkan produksi biologis stabil dalam tubuh dengan menggabungkan bioelektronik dan terapi sel, yang sebelumnya sulit dicapai.
Ahli bioteknologi terkemuka
Peningkatan kelangsungan hidup sel berkat oksigenasi internal merupakan loncatan besar dalam bidang drug delivery berbasis implan, membuka peluang terapi multi-obat yang kompleks.