AI summary
Platform pengiriman obat protein baru memungkinkan injeksi di rumah dengan cepat. Polimer MoNi menjaga stabilitas obat protein pada konsentrasi tinggi. Teknologi ini berpotensi mengubah cara pasien mengelola penyakit mereka. Pasien dengan penyakit serius seperti kanker dan gangguan autoimun biasanya harus menerima obat protein melalui infus intravena yang memakan waktu berjam-jam. Hal ini karena obat harus diberikan dalam dosis tinggi namun tetap stabil hanya pada konsentrasi rendah. Cara ini jelas tidak praktis dan merepotkan bagi pasien.Tim peneliti dari Stanford berhasil mengembangkan sebuah teknologi yang memungkinkan obat protein dikonsentrasikan pada tingkat sangat tinggi tanpa kehilangan kestabilan. Mereka menggunakan polimer khusus bernama MoNi untuk melapisi protein agar tidak menggumpal atau menjadi terlalu kental sehingga bisa tetap disuntikkan.Mereka menciptakan partikel kecil berbentuk bubuk menggunakan proses spray drying, dengan protein dilapisi seperti coklat berlapis gula. Ketika dibaurkan kembali ke cairan, lapisan polimer ini memelihara kestabilan protein dan memungkinkan konsentrasi obat melebihi 500 mg/mL, dua kali lipat dari biasanya.Partikel sabun padat ini memungkinkan injeksi yang mudah melalui jarum halus, dan formula ini tahan terhadap pengaruh suhu tinggi dan proses pembekuan-pencairan yang biasanya membuat obat rusak. Mereka sudah mengujinya pada beberapa jenis protein termasuk antibodi COVID-19 dengan hasil yang menjanjikan.Dengan teknologi ini, pasien suatu hari dapat menyuntikkan obat protein di rumah dengan autoinjector secara cepat tanpa harus ke rumah sakit untuk infus panjang. Ini membuka peluang besar bagi perawatan lebih praktis dan nyaman untuk penyakit kronis yang memerlukan terapi berkala.
Penemuan ini merupakan lompatan besar dalam formulasi obat protein yang selama ini terbatas oleh masalah stabilitas dan viskositas tinggi. Jika diintegrasikan secara luas, teknik ini bisa merevolusi cara pemberian terapi biologis, menjadikan perawatan lebih terjangkau dan mudah diakses oleh pasien di berbagai level sosial ekonomi.