Pengalaman dan Tantangan Menggunakan Samsung Galaxy Z TriFold yang Disetop
Teknologi
Gadgets dan Wearable
27 Mar 2026
50 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Galaxy Z TriFold mengalami berbagai tantangan dalam penggunaan sehari-hari karena desain dan beratnya.
Pengguna dapat meningkatkan pengalaman perangkat dengan menginstal ROM baru, meskipun ada risiko yang terlibat.
Perangkat lipat seperti TriFold mungkin tidak memiliki daya tarik yang cukup untuk menjadi produk yang layak di masa depan.
Galaxy Z TriFold awalnya dikirim dengan firmware Cina tanpa layanan Google, menyebabkan masalah keamanan dan penggunaan. Penulis berusaha mengembalikannya namun produk ini dihentikan oleh Samsung, membuatnya harus beradaptasi dengan perangkat tersebut. Ia kemudian mengikuti panduan flashing ROM Singapura untuk memperbaiki fungsi perangkat.
Setelah flashing ROM, perangkat menjadi lebih aman dan bebas aplikasi mencurigakan, tetapi ponsel ini tetap berat dan sulit digunakan hanya dengan layar kecil bagian luar. Layarnya yang besar cocok untuk multitasking dan pekerjaan produktif namun sering membuat penulis kewalahan. Penggunaan gaming juga tidak optimal dengan kendali touchscreen yang terbatas.
Samsung memutuskan menghentikan ponsel ini karena harganya yang mahal, bobot berlebih, dan kurang praktis dibandingkan perangkat foldable lain. Penulis kini lebih memilih menggunakan Samsung Z Fold 7 yang lebih ringan dan mudah digunakan sehari-hari. TriFold lebih cocok dianggap sebagai konsep daripada produk pasar massal.
Analisis Ahli
Mark Spoonauer
Penghentian Galaxy Z TriFold menegaskan bahwa inovasi teknis harus dibarengi dengan kegunaan praktis agar ponsel lipat dapat diterima secara luas.
