TLDR
OpenAI menghentikan Sora, aplikasi video AI yang tidak berhasil mencapai popularitas yang diharapkan. Kemitraan dengan Disney untuk karakter berlisensi dalam video AI juga dibatalkan, menunjukkan tantangan dalam industri ini. Kritik terhadap praktik penggunaan konten berhak cipta menunjukkan masalah hukum yang lebih luas dalam pengembangan AI. OpenAI resmi menghentikan aplikasi video AI Sora kurang dari dua tahun setelah peluncurannya. Aplikasi ini awalnya mendapat perhatian karena realistis dan inovatif, namun gagal mempertahankan pengguna aktif. Upaya menggabungkan fitur sosial dan alat bercerita tidak cukup untuk mencapai popularitas yang signifikan.Kemitraan besar dengan Disney untuk menghadirkan karakter berlisensi ke dalam video AI batal setelah Disney menarik diri dan membatalkan rencana investasi 1 miliar dolar. Model opt-out untuk konten berhak cipta serta reaksi keras dari industri hiburan, terutama kelompok animasi Jepang, menjadi faktor utama tekanan terhadap Sora. Disney masih berkomitmen pada perlindungan hak cipta saat menjajaki AI di area lain.Penutupan Sora menandai pergeseran strategi OpenAI yang kini akan mengintegrasikan fitur video ke dalam platform inti seperti ChatGPT. Kejadian ini menyoroti kompleksitas dan risiko pengembangan produk AI video mandiri di tengah regulasi hak cipta yang ketat dan tuntutan bisnis. Persaingan dan litigasi AI video diperkirakan akan terus berlanjut di industri hiburan.