Mengubah Kabel Internet Bawah Laut Jadi Sensor Gempa dan Tsunami Real-Time
Sains
Iklim dan Lingkungan
24 Mar 2026
22 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi sensing serat optik dapat meningkatkan deteksi dan respons terhadap bencana alam.
Kabel subsea menawarkan infrastruktur yang ada untuk penelitian ilmiah yang lebih terjangkau.
Integrasi AI dalam monitoring serat optik dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi deteksi potensi ancaman.
Kabel serat optik bawah laut yang mengangkut 95 persen data internet dunia kini dapat digunakan sebagai sensor seismik dan pengamat kondisi laut. Teknologi sensing ini mendeteksi gelombang dan deformasi kabel akibat aktivitas bawah laut secara akurat menggunakan prinsip fisika seperti Rayleigh backscattering. Hal ini memungkinkan pemantauan real-time gempa bumi, tsunami, dan aktivitas laut lainnya dengan biaya lebih murah memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.
Perkembangan teknologi fiber optic sensing yang pesat memungkinkan jarak monitoring mencapai 200 kilometer dengan sensitivitas tinggi, bahkan mampu mendeteksi suara gelembung kecil dekat kabel. Perusahaan Lumetec dipimpin oleh Zack Spica, menggunakan AI untuk menganalisis data sensing dan AIS untuk memantau ancaman terhadap kabel secara real-time. Pendekatan ini menambah lapisan digital proaktif untuk perlindungan kabel dan membantu identifikasi penyebab kerusakan sehingga menekan biaya perbaikan miliaran rupiah.
Teknologi ini penting karena kebanyakan gempa besar terjadi di lepas pantai jauh dari sensor di darat, sehingga sensing bawah laut bisa memberikan peringatan lebih cepat yang bisa menyelamatkan nyawa. Dalam 10 tahun ke depan, fiber optic sensing diharapkan meluas ke berbagai bidang seperti pengamanan aset, keamanan perbatasan, dan pembangunan kota pintar. Meski ada tantangan teknis dan kebijakan, teknologi ini diprediksi akan menjadi sistem sensor besar dengan peran vital bagi masyarakat.
Analisis Ahli
Zack Spica
Teknologi fiber optic sensing adalah masa depan pemantauan lingkungan laut dan mitigasi bencana. Penggabungan AI membuat monitoring lebih akurat dan real-time, membuka peluang aplikasi yang luas dan transformasional.

