TLDR
Kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mengubah cara rekayasa dan desain produk fisik. Keberlanjutan bahan bakar hidrogen dapat menjadi solusi untuk tantangan lingkungan dalam penerbangan. Inovasi dalam industri dirgantara membutuhkan percepatan dan efisiensi dalam proses rekayasa. Paul Eremenko adalah insinyur Ukraina-Amerika yang menggabungkan pengalaman di DARPA, Google, dan Airbus untuk mengembangkan AI yang bisa mengotomatisasi pekerjaan teknik. Kini, ia memimpin P-1 AI yang menciptakan AI engineer dengan data sintetis dari model rekayasa untuk mempercepat desain produk fisik. Tujuan jangka panjangnya adalah AI yang dapat merancang teknologi luar angkasa canggih.Ia mempelopori konsep desain pesawat dengan kecepatan 10x-100x lebih cepat menggunakan metode model-based engineering yang pernah ia terapkan di DARPA dan Airbus. Di Google, ia belajar budaya inovasi yang mendorong eksperimen dan iterasi cepat. Startupnya Universal Hydrogen juga menunjukkan ambisi mengubah bahan bakar penerbangan menjadi lebih bersih dan efisien.Karena keterbatasan tenaga insinyur dan data desain di industri dirgantara, AI akan menjadi solusi kunci meningkatkan throughput teknik. Dengan mengotomatisasi tugas-tugas kognitif yang berulang dan kompleks, AI dapat mengakselerasi inovasi teknologi mutakhir. Ini bisa membuka jalan bagi desain kapal antarbintang dan megastruktur yang sebelumnya hanya ada di imajinasi.