Pasar Global Tertekan, Bitcoin Tampil Paling Tangguh di Tengah Krisis
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Mar 2026
95 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga emas mengalami penurunan yang signifikan, menunjukkan perilaku pasar yang tidak terduga.
Bitcoin tetap stabil di atas $66,000 meskipun ada ketidakpastian geopolitik yang meningkat.
Ketegangan di Timur Tengah dapat menyebabkan dampak besar pada pasar energi global, terutama harga minyak.
Emas mengalami penurunan sembilan hari berturut-turut hingga turun sekitar 18% dari titik tertinggi baru-baru ini, mencerminkan tekanan pasar akibat perang yang berkepanjangan dan ketegangan geopolitik. Sementara itu, saham Asia turun selama tiga hari dan memasuki wilayah koreksi. Bitcoin turun 6% pada minggu ini namun tetap bertahan di atas level penting Rp 1.10 miliar ($66,000) yang telah diuji sejak awal konflik.
Bond yields naik karena kekhawatiran inflasi yang didorong oleh konflik berkepanjangan, sementara Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak Brent dan WTI akibat potensi gangguan pasokan terbesar di pasar minyak dunia. Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran terkait jalur perairan strategis Strait of Hormuz, yang jika terjadi eskalasi dapat mengganggu pasar energi global.
Situasi ini menimbulkan potensi volatilitas tinggi di pasar dengan kemungkinan kenaikan harga minyak dan aset kripto seperti Bitcoin. Investor dipaksa untuk memprioritaskan likuiditas dan mencari aset alternatif selain emas, yang kehilangan perannya sebagai aset safe haven utama selama ketegangan geopolitik.
Analisis Ahli
Alexander Blume
Menyatakan bahwa penurunan harga emas dan Bitcoin lebih didorong oleh faktor struktural, termasuk kebijakan China yang mengubah pembelian emasnya dan fokus pasar pada likuiditas dibandingkan keamanan. Dia juga melihat potensi kenaikan pendanaan dan futures rates di pasar Bitcoin sebagai peluang yang kurang diperhitungkan banyak investor.

