30% Siswa Korea Selatan Kesulitan Fokus Membaca Teks Panjang Karena Konten Video Singkat
Sains
Neurosains and Psikologi
21 Mar 2026
154 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sebagian besar siswa mengalami kesulitan membaca teks panjang.
Konsumsi konten video singkat mempengaruhi konsentrasi dan rentang perhatian siswa.
Melatih diri membaca materi panjang dapat membantu meningkatkan kemampuan fokus siswa.
Lebih dari 30% siswa SMA di Korea Selatan mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi saat membaca teks panjang. Survei oleh lembaga riset Jinhaksa mengungkap 22,2% siswa sering kehilangan fokus setelah 10 menit membaca, dan 8,4% sangat kesulitan. Hal ini menunjukkan adanya penurunan rentang perhatian yang cukup signifikan di kalangan siswa.
Sebanyak 57,9% siswa sering mengakses aplikasi video berdurasi singkat seperti YouTube Shorts dan Instagram Reels tanpa tujuan jelas. Selain itu, 78,4% siswa mengaku menonton video lebih lama dari yang direncanakan sehingga sulit mengontrol durasi menonton. Kebiasaan ini dinilai mengubah cara otak memproses informasi dengan membiasakan stimulasi cepat dan singkat.
Penurunan kemampuan konsentrasi ini dikhawatirkan menjadi beban saat menghadapi ujian penting seperti Suneung. Untuk mengatasinya, siswa disarankan mulai melatih membaca materi panjang, seperti buku pelajaran dan berita, agar dapat mengembalikan fokus dan meningkatkan kemampuan memahami teks panjang secara utuh.
Analisis Ahli
Woo Yeon-cheol
Kebiasaan konsumsi konten video singkat menyebabkan otak terbiasa dengan stimulasi cepat dan intens, yang berpotensi menurunkan kemampuan fokus siswa pada materi panjang.

