Alibaba PHK 34%, Fokus Besar ke AI dan Restrukturisasi Bisnis 2025
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Mar 2026
180 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Alibaba mengalami PHK massal dengan pengurangan karyawan sekitar 34% karena restrukturisasi bisnis dan fokus pada kecerdasan buatan.
Perusahaan melaporkan penurunan laba sebesar 67% dan penurunan pendapatan dari ekspektasi.
Alibaba berambisi untuk menjadi pemimpin dalam layanan AI dan cloud dengan target pendapatan yang ambisius.
Alibaba melakukan pemutusan hubungan kerja massal dengan mengurangi sekitar 34% karyawannya sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis. Hal ini terjadi setelah laba perusahaan anjlok 67% dan pendapatan tidak sesuai ekspektasi yang membuat sahamnya turun di bursa Hong Kong.
Perusahaan melepas bisnis ritel offline seperti Sun Art dan Intime untuk mengurangi beban tenaga kerja dan biaya operasional. Alibaba juga meluncurkan layanan AI baru bernama Wukong dan menaikkan harga layanan cloud-nya hingga 34% untuk mengimbangi biaya yang meningkat.
Langkah ini menandai pivot besar Alibaba menuju teknologi kecerdasan buatan dengan target pendapatan cloud dan AI lebih dari 100 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Fokus ini diharapkan bisa membawa perusahaan ke arah pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan ketat.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Alibaba’s shift towards AI aligns with global trends in tech innovation, and their investment in cloud services is a strategic move to secure future competitiveness.Kai-Fu Lee
The massive layoffs are painful but necessary; Alibaba must innovate quickly in AI to maintain leadership in China’s rapidly evolving tech landscape.

