Departemen Kehakiman AS Bongkar Kelompok Hacker Iran Serang Perusahaan Medis AS
Teknologi
Keamanan Siber
20 Mar 2026
252 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Iran dituduh menggunakan kelompok hacktivis Handala untuk melancarkan serangan siber.
Serangan siber terhadap Stryker adalah sebagai balasan atas tindakan militer AS yang menewaskan warga sipil di Iran.
FBI aktif menanggapi ancaman siber yang berasal dari Iran dengan menyita domain yang digunakan oleh kelompok hacktivis.
Kelompok hacktivist Handala yang diduga dioperasikan oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran dituduh melakukan serangan siber besar-besaran terhadap Stryker, perusahaan teknologi medis di Amerika Serikat. FBI menyita domain situs web yang digunakan Handala untuk mengumumkan serangan dan membagikan data curian. Penyelidikan DOJ menunjukkan beberapa persona hacktivist lain terkait yang juga digunakan oleh MOIS Iran.
Penyerangan tersebut melibatkan penghapusan data dari perangkat karyawan Stryker dan diklaim sebagai pembalasan atas serangan udara AS yang menewaskan anak-anak Iran. Selain itu, FBI juga menyita domain yang digunakan kelompok Justice Homeland yang bertanggungjawab atas serangan pada pemerintah Albania tahun 2022, dengan Microsoft juga mengkonfirmasi keterlibatan MOIS. FBI terus mengembangkan operasi untuk melumpuhkan jaringan tersebut dan menghentikan aktivitasnya.
Tindakan DOJ dan FBI penting untuk mencegah ancaman siber yang dikoordinasi oleh negara dan menjaga keamanan infrastruktur penting. Meskipun domain telah disita, Handala sudah membuat domain baru, menandakan operasi ini bisa terus berlanjut. Hal ini menjadi peringatan bagi keamanan siber global terhadap taktik negara yang menggunakan persona palsu untuk menutupi jejak dan memanipulasi opini publik.
Analisis Ahli
Alex Orleans
Handala tidak dapat dipandang sebagai satu entitas tunggal yang melakukan semua serangan. Ada kemungkinan beberapa tim berbeda di bawah MOIS yang melakukan peretasan dan pengelolaan persona, menciptakan lapisan kompleksitas dan kesulitan dalam penegakan hukum.

