TLDR
Stryker mengalami gangguan besar akibat serangan siber yang diklaim oleh kelompok peretas Handala. Serangan ini menjadi sorotan karena berhubungan dengan geopolitik dan konflik antara AS dan Iran. Keamanan jaringan dan perlindungan data karyawan menjadi perhatian utama setelah insiden ini. Stryker, perusahaan teknologi medis besar, diserang oleh kelompok hacker pro-Iran yang berhasil menghapus data perangkat karyawannya secara remote pada 11 Maret. Kelompok bernama Handala mengklaim serangan sebagai balasan atas serangan AS ke sebuah sekolah di Iran.Hacker menggunakan akun administrator internal dan mengakses dashboard Microsoft InTune yang mengontrol perangkat karyawan tanpa menggunakan malware atau ransomware. Akibatnya, operasi perusahaan seperti pemrosesan pesanan dan pengiriman produk terganggu, meski produk medis tetap dinyatakan aman.Serangan ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keamanan digital di sektor kesehatan dan teknologi medis, serta menuntut Stryker untuk meningkatkan sistem keamanan dan kontrol akses. Ini juga menandai peningkatan serangan siber terkait konflik geopolitik antara AS dan Iran.