TLDR
Bitcoin menunjukkan ketahanan dibandingkan dengan aset tradisional seperti emas di tengah ketegangan geopolitik. Kenaikan harga energi dapat memperburuk ekspektasi inflasi, memengaruhi keputusan suku bunga bank sentral. Pasar cryptocurrency tetap rentan terhadap sentimen global dan berita konflik, yang dapat menyebabkan volatilitas. Bitcoin tetap bertahan di atas level $69,000 meskipun mengalami penurunan sekitar 2,6% dalam sehari. Situasi geopolitik yang memburuk di Iran memicu ketidakpastian di pasar energi dan global. Lonjakan harga minyak menyumbang tekanan terhadap inflasi dan pasar keuangan.Harga minyak mendekati $100 per barel setelah laporan bahwa AS tidak akan melarang ekspor minyak mentah. Pasar saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq jatuh hampir 1%, mencapai titik terendah baru untuk 2026. Logam mulia seperti emas dan perak merosot tajam, sedangkan aset kripto lainnya relatif stabil tapi juga turun ringan.Ketidakpastian dari konflik dan harga energi tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi yang berkelanjutan. Investor menunjukkan sikap hati-hati dan cenderung menahan posisi karena volatilitas masih tinggi. Kondisi ini kemungkinan akan memperpanjang periode pasar yang rangebound dan pembatasan pertumbuhan aset berisiko.