Pomodo

Bitcoin Stabil di Atas Rp 1.15 juta ($69.000) di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak

Finansial
Mata Uang Kripto
CoinDesk CoinDesk
19 Mar 2026
135 dibaca
1 menit
Bitcoin Stabil di Atas Rp 1.15 juta ($69.000) di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin menunjukkan ketahanan dibandingkan dengan aset tradisional seperti emas di tengah ketegangan geopolitik.
Kenaikan harga energi dapat memperburuk ekspektasi inflasi, memengaruhi keputusan suku bunga bank sentral.
Pasar cryptocurrency tetap rentan terhadap sentimen global dan berita konflik, yang dapat menyebabkan volatilitas.
Bitcoin tetap bertahan di atas level Rp 1.15 triliun ($69,000 m) eskipun mengalami penurunan sekitar 2,6% dalam sehari. Situasi geopolitik yang memburuk di Iran memicu ketidakpastian di pasar energi dan global. Lonjakan harga minyak menyumbang tekanan terhadap inflasi dan pasar keuangan. Harga minyak mendekati Rp 1.67 juta ($100) per barel setelah laporan bahwa AS tidak akan melarang ekspor minyak mentah. Pasar saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq jatuh hampir 1%, mencapai titik terendah baru untuk 2026. Logam mulia seperti emas dan perak merosot tajam, sedangkan aset kripto lainnya relatif stabil tapi juga turun ringan. Ketidakpastian dari konflik dan harga energi tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi yang berkelanjutan. Investor menunjukkan sikap hati-hati dan cenderung menahan posisi karena volatilitas masih tinggi. Kondisi ini kemungkinan akan memperpanjang periode pasar yang rangebound dan pembatasan pertumbuhan aset berisiko.

Analisis Ahli

Alvin Kan
Penurunan bersamaan emas dan bitcoin menunjukkan de-risking pasar secara luas, bukan rotasi ke safe haven. Tekanan inflasi dan suku bunga tinggi membuat likuiditas ketat, sulit bagi aset berisiko untuk tumbuh.
Bryan Tan
Bitcoin mengungguli emas sekitar 20% selama fase awal konflik Iran, menunjukkan dinamika unik meski pasar masih ragu-ragu dan cenderung bergerak dalam rentang sempit.