Dampak Kenaikan Harga Energi dan Kebijakan The Fed pada Bitcoin dan Pasar Saham
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Mar 2026
182 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga Bitcoin dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi dan ketegangan geopolitik.
Keputusan Federal Reserve untuk menahan suku bunga dapat menyebabkan penurunan aset berisiko.
Konflik di Timur Tengah, khususnya di Iran, berpotensi mempengaruhi pasar energi global.
Harga energi internasional seperti minyak Brent mencapai Rp 1.90 juta ($114) per barel dan gas alam Eropa meroket di atas Rp 1.30 juta ($78) per MWh akibat serangan Iran terhadap infrastruktur di Teluk. Bitcoin dan ether mengalami penurunan signifikan, masing-masing 1,6% dan 1,7%, sementara Nasdaq 100 futures juga melemah. Keputusan The Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi menambah tekanan pasar terhadap aset berisiko.
Serangan Iran sebagai balasan atas serangan Israel di ladang gas South Pars memicu lonjakan harga minyak dan gas yang kemudian menimbulkan kekhawatiran peningkatan biaya energi global. Federal Reserve menahan laju penurunan suku bunga untuk mendukung dolar AS, memperlemah minat investor pada aset spekulatif. Imbasnya, aset kripto dan saham teknologi turun karena meningkatnya sentimen risiko.
Situasi ini mengindikasikan bahwa konflik geopolitik dan kebijakan moneter ketat akan terus menekan pasar aset digital dan saham. Investor harus bersiap menghadapi volatilitas dan risiko penurunan harga lebih lanjut dalam waktu dekat. Ke depan, perkembangan di Timur Tengah dan keputusan Fed akan menjadi faktor kunci dalam pergerakan pasar.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Konflik energi global ini merupakan risiko sistemik yang dapat memicu resesi dan memukul pasar aset berisiko secara luas, termasuk cryptocurrency.Adam Back
Tekanan harga energi memang mempengaruhi minat investor terhadap Bitcoin, namun long-term fundamental Bitcoin tetap kuat sebagai penyimpan nilai alternatif.

