AS Buka Akses Chip Nvidia H200 ke China, Akhiri Konflik Perdagangan AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Mar 2026
194 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan Trump menunjukkan perubahan sikap AS terhadap perdagangan teknologi dengan China.
Nvidia berhasil mendapatkan lisensi untuk menjual chip AI di pasar China.
Kekhawatiran terkait penggunaan chip oleh China untuk tujuan militer tetap menjadi isu utama dalam hubungan dagang.
Presiden AS Donald Trump mengizinkan penjualan chip AI Nvidia H200 ke China setelah sempat melarang keras. China juga akhirnya menerima chip tersebut setelah awalnya menolak dan melakukan negosiasi panjang. Ini menandai turunnya ketegangan dalam perang dagang teknologi antara kedua negara.
Nvidia mendapat izin dari pemerintah kedua negara untuk menjual chip AI terkuat kedua di China, termasuk versi chip AI Groq. CEO Jensen Huang mengonfirmasi lisensi untuk banyak pelanggan China sudah diperoleh dan rantai pasokan mulai aktif kembali. Perusahaan besar China seperti ByTeDance, Tencent, dan Alibaba juga mendapatkan persetujuan awal untuk pembelian chip Nvidia.
Dengan pelonggaran kebijakan ini, Nvidia dapat memperluas penjualan chip di pasar China yang besar. Konflik dagang berbulan-bulan berakhir di sektor chip AI, di mana kedua negara menunjukkan kemauan untuk bekerjasama. Langkah ini diharapkan mempercepat pengembangan AI namun juga membuka tantangan terkait penggunaan teknologi dual-use.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Memungkinkan aliran chip canggih ke China bisa mempercepat kemajuan AI secara global, tapi ada risiko teknologi tersebut akan digunakan untuk tujuan militer dan pengawasan yang membatasi kebebasan teknologi.Fei-Fei Li
Kerjasama teknologi harus diimbangi dengan regulasi yang ketat agar inovasi dapat berkembang tanpa mengorbankan isu keamanan dan etika.
