Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Tingkatkan Anggaran Rp 3.09 triliun ($185 M) untuk Sistem Pertahanan Rudal Luar Angkasa Golden Dome

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
19 Mar 2026
45 dibaca
1 menit
AS Tingkatkan Anggaran Rp 3.09 triliun ($185 M)  untuk Sistem Pertahanan Rudal Luar Angkasa Golden Dome

AI summary

Program Golden Dome bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan AS melalui teknologi berbasis ruang angkasa.
Biaya program ini meningkat seiring dengan upaya untuk mempercepat pengembangan sistem pelacakan dan komunikasi.
Kolaborasi dengan kontraktor pertahanan terkemuka menjadi kunci dalam realisasi proyek ambisius ini.
Pemerintah Amerika Serikat menaikkan proyeksi biaya program Golden Dome menjadi sekitar 185 miliar dolar AS untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal multi-layer yang memanfaatkan teknologi luar angkasa. Program ini dirancang untuk mendeteksi dan menghadapi beragam ancaman misil termasuk balistik, jelajah, dan hipersonik secara lebih efektif.Anggaran tambahan digunakan untuk mempercepat pengembangan konstelasi satelit, jaringan data, dan sensor canggih seperti Hypersonic and Ballistic Tracking Space Sensor (HBTSS). Lockheed Martin, RTX, dan Northrop Grumman menjadi kontraktor utama yang berperan dalam pembangunan dan integrasi sistem yang kompleks ini.Dengan teknologi berbasis luar angkasa yang lebih maju, sistem ini diharapkan mampu mendeteksi dan melacak semua jenis misil sejak fase awal peluncuran, meningkatkan kesiapsiagaan nasional. Namun, ada kekhawatiran biaya jangka panjang bisa jauh lebih tinggi, serta tantangan teknis yang perlu dihadapi untuk merealisasikan visi tersebut sepenuhnya.

Experts Analysis

Space Defense Analyst Dr. Emily Chen
Investasi dalam sensor ruang angkasa sangat krusial untuk masa depan sistem pertahanan rudal, tapi tantangan teknis dan finansial harus diantisipasi sejak awal agar program ini tidak berakhir sebagai proyek yang membengkak tanpa hasil maksimal.
Editorial Note
Golden Dome menjadi langkah ambisius yang tepat dalam menghadapi ancaman rudal hipersonik yang super cepat dan sulit dideteksi. Namun, meskipun teknologinya menjanjikan, kendala biaya dan kompleksitas integrasi antar sistem berbasis luar angkasa bisa menjadi hambatan besar dalam realisasinya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.