Angkatan Udara AS Kembangkan Drone Serang Portabel untuk Pasukan Khusus
Teknologi
Robotika
19 Mar 2026
56 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AFSOC berusaha untuk meningkatkan kemampuan serangan dengan pengembangan drone kecil yang ringan.
Drone baru diharapkan mampu beroperasi di lingkungan yang sulit dan tanpa ketergantungan pada sinyal GPS.
Integrasi sistem baru ini dengan teknologi yang ada akan mempermudah pelatihan dan meningkatkan efektivitas operasi militer.
Angkatan Udara Amerika Serikat mempercepat pengembangan drone serang FPV yang ringan dan portabel untuk pasukan operasi khusus. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan serangan dalam misi kompleks dan berisiko tinggi. Tujuannya adalah memberikan kemampuan serangan langsung tanpa menunggu dukungan udara eksternal.
Drone akan membawa warhead fragmen sebesar 3,3 hingga 6,6 pound dengan jarak minimal 9.66 km (6 mil) dan durasi terbang antara 15 hingga 30 menit. Sistem harus dapat beroperasi dalam kondisi tanpa GPS dengan mengandalkan jaringan 4G, LTE, 5G, dan fitur frekuensi hopping. Kontrol dilakukan lewat interface Android Team Awareness Kit agar kompatibel dengan sistem militer yang sudah ada.
Dengan berat sistem kurang dari 30 pound yang dibawa oleh dua operator dan target pengurangan menjadi 10 pound untuk satu operator, drone ini memungkinkan peluncuran cepat dalam waktu kurang dari tiga menit. Ini akan mengubah cara pasukan khusus menjalankan misi dengan memperkuat kemampuan serangan mandiri dan mempercepat respons di medan tempur.
Analisis Ahli
Dr. Michael Smith (Ahli Pertahanan UAV)
Integrasi multi-jaringan dan frekuensi hopping adalah langkah penting untuk meningkatkan keandalan drone dalam lingkungan yang sangat terganggu. Namun, pengurangan berat hingga 10 pound bisa menimbulkan kompromi pada daya tahan baterai dan kapasitas payload.
