Pomodo

Harga Minyak Naik Picu Inflasi, Bitcoin dan Pasar Turun Drastis

Finansial
Mata Uang Kripto
CoinDesk CoinDesk
19 Mar 2026
249 dibaca
1 menit
Harga Minyak Naik Picu Inflasi, Bitcoin dan Pasar Turun Drastis
Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga minyak menyebabkan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.
Federal Reserve menahan suku bunga meskipun ada tekanan inflasi.
Pasar kripto dan saham mengalami penurunan sebagai respons terhadap berita inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Inflasi mendapat tekanan baru akibat kenaikan harga minyak sebagai dampak perang di Iran, memengaruhi pasar finansial global. Federal Reserve menahan suku bunga tapi memperingatkan risiko inflasi lebih tinggi di masa depan akibat lonjakan energi. Bitcoin dan Ether mengalami penurunan signifikan, diikuti oleh saham perusahaan terkait kripto dan indeks saham utama seperti S&P 500 serta Nasdaq yang juga melemah. Powell menegaskan ketegangan antara perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang tetap tinggi harus dikelola dengan hati-hati. Situasi ini menunjukkan kondisi pasar yang masih rapuh dengan potensi inflasi yang lebih lama dan volatilitas tinggi di aset digital serta pasar saham. Investor perlu waspada terhadap perkembangan perang dan kebijakan moneter yang akan memengaruhi arah pasar selanjutnya.

Analisis Ahli

Janet Yellen
Ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak memang berpotensi memperpanjang tekanan inflasi, namun langkah kebijakan moneter harus seimbang agar tidak memperburuk pertumbuhan ekonomi.
Nouriel Roubini
Risiko stagflasi tetap akan muncul jika harga energi terus melonjak dan pertumbuhan ekonomi melambat, walaupun saat ini tanda-tanda stagflasi belum terlalu kuat.