Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kerusakan Penghalang Darah–Otak Atlet Olahraga Kontak Terungkap Bertahun-tahun Setelah Pensiun

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
NatureMagazine NatureMagazine
18 Mar 2026
201 dibaca
1 menit
Kerusakan Penghalang Darah–Otak Atlet Olahraga Kontak Terungkap Bertahun-tahun Setelah Pensiun

Rangkuman 15 Detik

Kerusakan pada barrier darah-otak dapat terjadi bertahun-tahun setelah pensiun dari olahraga kontak.
Respon imun yang berkepanjangan dapat berkontribusi pada penurunan kognitif pada mantan atlet.
Pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang dari trauma kepala pada kesehatan otak.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa penghalang darah–otak atlet olahraga kontak tetap bocor meskipun sudah pensiun bertahun-tahun. Studi ini melibatkan pemindaian otak 47 mantan atlet yang pernah terpapar pukulan kepala berulang. Penghalang darah–otak berfungsi sebagai pelindung otak agar zat berbahaya tidak masuk ke jaringan otak. Hasil pemindaian menunjukkan penghalang darah–otak atlet olahraga kontak lebih bocor dibandingkan kelompok kontrol yang terdiri dari non-atlet dan atlet olahraga non-kontak. Atlet yang mengalami kebocoran lebih parah juga menunjukkan performa buruk pada tes memori dan kognitif. Ini merupakan bukti hidup pertama yang menghubungkan gangguan penghalang darah–otak dengan kemungkinan CTE. Penemuan ini mengimplikasikan bahwa kerusakan penghalang darah–otak memicu respons imun yang bertahan lama dan berkaitan dengan penurunan kognitif. Hal ini penting untuk mendeteksi risiko neurodegenerasi sejak dini dan mengembangkan strategi pencegahan atau terapi. Studi ini membuka peluang untuk diagnosis non-invasif CTE pada atlet yang masih hidup.

Analisis Ahli

Katerina Akassoglou
Studi ini sangat penting karena mengungkap bahwa penghalang darah–otak tetap rusak bertahun-tahun setelah trauma kepala, memperdalam pemahaman kita tentang mekanisme neurodegenerasi jangka panjang.