
Courtesy of NatureMagazine
Penemuan Neurogenesis Membantu Memahami Cara Otak Menjaga Memori di Usia Tua
Memahami peran neurogenesis dalam menjaga fungsi kognitif pada orang dewasa dan lanjut usia agar dapat mengembangkan terapi bagi mereka yang mengalami penurunan kognitif, seperti pada penyakit Alzheimer.
25 Feb 2026, 07.00 WIB
293 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Produksi neuron yang kuat di otak berhubungan dengan memori yang lebih baik.
- Super agers menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam neurogenesis dibandingkan dengan individu yang mengalami penurunan kognitif.
- Penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengobatan baru untuk penyakit terkait kognisi seperti Alzheimer.
New York City, Amerika Serikat - Penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature menunjukkan bahwa otak dewasa tetap mampu menghasilkan neuron baru, sebuah proses yang disebut neurogenesis, dan hal ini terkait erat dengan kemampuan memori yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sampel otak dari individu yang sudah meninggal, mulai dari orang muda hingga mereka yang disebut 'super agers', yaitu orang di atas usia 80 tahun dengan memori luar biasa.
Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa, termasuk yang berumur lanjut dengan kognisi sehat, masih mampu menghasilkan neuron baru meskipun jumlahnya sangat sedikit, sekitar 0,01% dari total neuron di hippocampus. Sebaliknya, pada mereka yang mengalami penurunan kognitif, seperti penderita Alzheimer, jumlah neuron muda ini jauh lebih sedikit.
Menariknya, kelompok super agers memiliki jumlah neuron muda yang lebih banyak dibandingkan kelompok lain, namun karena ukuran sampelnya sangat kecil (setiap kelompok kurang dari 10 orang), hasil ini belum bisa dianggap pasti secara statistik. Para ahli mengingatkan bahwa studi ini masih harus diperlakukan dengan hati-hati.
Sejarah pemahaman tentang neurogenesis penuh kontroversi. Dulu, ada gagasan bahwa otak manusia tidak bisa menghasilkan neuron baru setelah lahir. Namun selama beberapa dekade terakhir, bukti-bukti dari penelitian hewan menunjukkan bahwa neurogenesis tetap berlangsung di otak dewasa, meskipun bukti pada manusia sulit didapatkan karena keterbatasan metode.
Penelitian ini menggunakan teknik penanda protein untuk mengidentifikasi neuron muda dalam sampel otak manusia, meskipun metode ini tidak sempurna dan menuai kritik karena marker yang digunakan bisa juga ditemukan dalam jenis sel lain. Para peneliti berharap penelitian ini membuka jalur untuk mengembangkan obat yang dapat merangsang neurogenesis demi menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif di masa tua.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00599-5
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00599-5
Analisis Ahli
Maura Boldrini Dupont
"Ukuran kelompok yang kecil membuat hasil penelitian ini perlu ditanggapi dengan hati-hati sebelum bisa diandalkan untuk pemahaman lebih luas."
Orly Lazarov
"Penting untuk mengidentifikasi alat dan obat yang dapat merangsang neurogenesis agar dapat dimanfaatkan untuk pengobatan gangguan kognitif."
Analisis Kami
"Studi ini sangat menjanjikan karena membuka pintu untuk memahami bagaimana otak bisa tetap sehat meski bertambah usia lewat mekanisme neurogenesis. Namun, kesimpulan yang terlalu cepat harus dihindari karena ukuran sampel penelitian yang sangat kecil dan keberagaman dalam metode pengukuran neurogenesis pada manusia."
Prediksi Kami
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme neurogenesis, di masa depan mungkin akan dikembangkan obat atau terapi yang dapat merangsang pembentukan neuron baru guna memperlambat atau mengatasi penurunan kognitif akibat penuaan atau penyakit Alzheimer.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan dalam studi terbaru tentang neurogenesis?A
Studi terbaru menemukan bahwa orang dewasa dengan produksi neuron yang kuat cenderung memiliki memori dan fungsi kognitif yang lebih baik.Q
Siapa yang berkontribusi dalam penelitian ini?A
Maura Boldrini Dupont dan Orly Lazarov adalah beberapa ilmuwan yang berkontribusi dalam penelitian ini.Q
Apa perbedaan antara 'super agers' dan individu dengan penurunan kognitif?A
'Super agers' memiliki jumlah neuron yang belum matang yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang mengalami penurunan kognitif.Q
Mengapa penelitian tentang neurogenesis pada manusia sulit dilakukan?A
Penelitian tentang neurogenesis pada manusia sulit dilakukan karena kurangnya alat untuk mempelajari proses tersebut secara langsung pada orang hidup.Q
Apa potensi aplikasi dari penelitian ini bagi orang dengan penurunan kognitif?A
Penelitian ini dapat membantu mengembangkan obat yang merangsang neurogenesis bagi orang yang mengalami penurunan kognitif.


