TLDR
Neurogenesis berlanjut di otak orang dewasa dan berhubungan dengan fungsi kognitif. Orang dengan kemampuan memori yang luar biasa, atau 'super agers', menunjukkan tingkat neurogenesis yang lebih tinggi. Penelitian tentang neurogenesis dapat membuka jalan untuk pengembangan terapi baru bagi orang dengan gangguan kognitif. Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa otak manusia dewasa masih mampu menghasilkan neuron baru, sebuah proses yang disebut neurogenesis. Studi ini dilakukan dengan mengamati sampel otak dari orang yang telah meninggal, mulai dari dewasa muda hingga kelompok 'super agers' yang berusia di atas 80 tahun dan memiliki daya ingat luar biasa.Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa muda dan tua dengan fungsi kognitif yang sehat memiliki tingkat neurogenesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengalami penurunan kognitif. Sel neuron baru ini meskipun hanya mewakili sekitar 0,01% dari seluruh neuron di hippocampus, tetap berperan penting dalam memori.Studi ini juga menunjukkan bahwa kelompok 'super agers' memiliki jumlah neuron muda yang lebih banyak daripada kelompok lainnya, termasuk mereka yang mengalami Alzheimer. Meskipun demikian, jumlah sampel yang kecil membuat kesimpulan ini harus diterima dengan hati-hati.Temuan ini mendukung teori bahwa otak terus mampu meremajakan dirinya di masa dewasa, bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan otak tidak bisa membentuk neuron baru setelah masa kanak-kanak. Keberadaan neurogenesis menimbulkan harapan baru dalam penelitian untuk mengembangkan obat yang dapat meningkatkan fungsi otak bagi penderita penurunan kognitif.Para ahli seperti Maura Boldrini Dupont dan Orly Lazarov menekankan pentingnya memahami proses biologis yang memicu neurogenesis agar dapat menciptakan terapi yang efektif di masa depan. Penemuan ini bisa membuka jalan baru dalam menghadapi penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Penemuan bahwa neurogenesis tetap aktif pada orang dewasa dan berhubungan dengan fungsi kognitif memberikan harapan baru untuk pemahaman dan pengobatan penyakit neurodegeneratif. Namun, ukuran sampel yang kecil masih menjadi tantangan untuk menggeneralisasi temuan ini secara luas dan membuktikan keampuhan pengobatan berbasis neurogenesis.