Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Ekuinoks Bertepatan dengan Lebaran 2026, Tidak Perlu Panik

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
17 Mar 2026
134 dibaca
1 menit
Fenomena Ekuinoks Bertepatan dengan Lebaran 2026, Tidak Perlu Panik

Rangkuman 15 Detik

Ekuinoks tahun ini berpotensi terjadi saat perayaan Idulfitri.
Kriteria penentuan hilal menurut MABIMS penting untuk menentukan tanggal Idulfitri.
BMKG menjelaskan bahwa ekuinoks tidak berbahaya dan tidak selalu menyebabkan peningkatan suhu yang ekstrem.
Fenomena ekuinoks terjadi ketika matahari tepat di atas garis khatulistiwa, dan tahun 2026 bertepatan dengan waktu Lebaran pada 20-21 Maret. Fenomena ini terjadi dua kali setiap tahun, pada bulan Maret dan September, dan menyebabkan durasi siang dan malam menjadi sama, yaitu 12 jam. Data BMKG memperlihatkan hilal dan elongasi matahari saat Lebaran 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS untuk awal Syawal, sehingga Ramadan diprediksi selama 30 hari dan Idulfitri jatuh pada 21 Maret menurut data astronomis, sementara Muhammadiyah mengumumkan 20 Maret sebagai Lebaran. Matahari akan berada tepat di atas wilayah tropis selama ekuinoks, sehingga penyinaran maksimal terjadi. Fenomena ekuinoks tidak menyebabkan peningkatan suhu udara yang drastis atau berbahaya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau panik. Pengetahuan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan keresahan menjelang perayaan Idulfitri.

Analisis Ahli

BMKG
Fenomena ekuinoks adalah peristiwa alami yang tidak menyebabkan peningkatan suhu ekstrem dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
MABIMS
Kriteria hilal dan elongasi digunakan untuk menentukan awal bulan Ramadan dan Lebaran secara syariat, yang mempengaruhi penetapan tanggal Idulfitri.