Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mahasiswa PhD Cari Cara Kreatif Hadapi Krisis Biaya Hidup dan Cekak Dana

Bisnis
Ekonomi Makro
NatureMagazine NatureMagazine
16 Mar 2026
96 dibaca
1 menit
Mahasiswa PhD Cari Cara Kreatif Hadapi Krisis Biaya Hidup dan Cekak Dana

Rangkuman 15 Detik

Krisis biaya hidup memaksa banyak mahasiswa PhD untuk mencari penghasilan tambahan.
Sebagian besar mahasiswa PhD merasa stipend mereka tidak mencukupi untuk biaya hidup mereka.
Ada perbedaan signifikan dalam kondisi keuangan mahasiswa PhD tergantung lokasi geografis.
Krisis biaya hidup memaksa banyak mahasiswa PhD mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan. Sebanyak 46% responden poll Nature menyatakan memiliki sumber pendapatan kedua selama studi mereka. Situasi ini terutama terjadi di negara dengan biaya hidup tinggi dan tunjangan yang tidak naik selama bertahun-tahun. Polling melibatkan lebih dari 1.200 peneliti dari 57 negara, dengan mayoritas dari Eropa dan Amerika Utara. 68% dari mereka mengaku khawatir dengan situasi ekonomi saat ini dan 59% mempertimbangkan untuk memulai pekerjaan sampingan. Beberapa negara Nordik seperti Swedia memberikan gaji yang cukup sehingga mahasiswa tidak butuh penghasilan tambahan. Tekanan finansial yang meningkat bisa menyebabkan mahasiswa PhD harus mengorbankan waktu riset untuk pekerjaan sampingan, berpotensi menurunkan kualitas studi mereka. Ada juga pembatasan dari kontrak atau aturan visa yang membatasi pekerjaan sampingan. Hal ini menandakan perlunya evaluasi dan penyesuaian tunjangan PhD agar sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Analisis Ahli

Ian Wereley
Situasi ini sangat tergantung lokasi, tetapi secara umum banyak mahasiswa PhD hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di kota-kota besar dengan biaya hidup tinggi.