Mengapa Peneliti PhD dan Generasi Z Semakin Banyak Cari Penghasilan Tambahan
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Jan 2026
139 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Anggota Generasi Z banyak yang memiliki pekerjaan sampingan.
Biaya hidup yang tinggi mendorong peneliti untuk mencari penghasilan tambahan.
Optimisme finansial di kalangan mahasiswa menurun karena kekhawatiran terhadap pengangguran dan PHK akibat AI.
Generasi Z, yaitu orang-orang yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, kini banyak yang mengambil pekerjaan sampingan untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Ini terjadi karena biaya hidup yang semakin mahal dan kenaikan gaji yang tidak seimbang dengan kebutuhan mereka.
Sebuah survei oleh Harris Poll menunjukkan bahwa sekitar 57% dari generasi ini memiliki side hustle, salah satunya seperti berjalan-jalan dengan anjing untuk mendapatkan uang ekstra. Hal ini juga terjadi pada mahasiswa dan peneliti PhD yang merasa tunjangan yang mereka terima tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
UK Research and Innovation (UKRI) menemukan lebih dari separuh organisasi riset dan penyandang dana pelatihan berpendapat bahwa tunjangan PhD saat ini tidak memadai untuk biaya hidup. Ini menunjukkan bahwa banyak peneliti muda menghadapi tekanan keuangan yang serius selama masa studi mereka.
Selain itu, survei dari Morning Consult mengungkapkan bahwa optimisme mahasiswa terhadap kondisi finansialnya menurun ke level terendah sejak tahun 2018. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan pengangguran dan risiko PHK yang didorong oleh kemajuan AI dan teknologi otomatisasi.
Artikel ini kemudian bertanya kepada pembaca Nature apakah mereka pernah memiliki pekerjaan sampingan selama studi PhD mereka, menunjukkan pentingnya membahas bagaimana kondisi ekonomi saat ini mempengaruhi kehidupan akademik dan finansial para peneliti muda.
Analisis Ahli
Prof. Dr. Rina Wulandari (Ahli Ekonomi Pendidikan)
Ketidakcukupan dana bagi peneliti muda dapat menghambat kemajuan ilmu pengetahuan secara signifikan. Sistem pendanaan harus disesuaikan agar mampu menciptakan lingkungan riset yang kondusif tanpa memaksa peneliti membagi fokus dengan pekerjaan sampingan.