Krisis Biaya Hidup Memaksa Mahasiswa PhD Cari Pekerjaan Sampingan
Bisnis
Ekonomi Makro
16 Mar 2026
12 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Banyak mahasiswa PhD mengalami kesulitan finansial akibat krisis biaya hidup.
Sebagian besar mahasiswa PhD merasa stipend mereka tidak mencukupi untuk biaya hidup.
Situasi keuangan mahasiswa PhD bervariasi tergantung pada lokasi geografis.
Survei Nature mengungkap bahwa hampir setengah dari mahasiswa PhD mengalami tekanan ekonomi sehingga mereka harus mengambil pekerjaan sampingan. Hal ini disebabkan oleh stipends yang stagnan dan tidak cukup untuk menutup biaya hidup yang meningkat. Responden berasal dari berbagai negara dengan mayoritas di Eropa dan Amerika Utara.
Sebagian besar mahasiswa PhD, terutama di kota besar dengan biaya tinggi, melaporkan kekhawatiran terhadap situasi ekonomi saat ini. Sebaliknya, mahasiswa di negara-negara Nordik seperti Swedia mendapat gaji penuh tanpa perlu kerja sampingan. Ada juga pembatasan dari universitas dan regulasi visa yang melarang pekerjaan tambahan.
Dampak dari kondisi ini adalah mahasiswa PhD akan semakin terdorong untuk mencari sumber penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Jika tidak ada perubahan, kondisi tersebut dapat mengganggu fokus riset dan kualitas studi. Pemerintah serta institusi pendidikan perlu mengevaluasi kembali besaran dana dukungan untuk mahasiswa PhD.
Analisis Ahli
Ian Wereley
Situasi finansial mahasiswa PhD sangat bergantung pada lokasi dan di beberapa kota besar di Kanada, stipends rata-rata bahkan berada di level garis kemiskinan, yang menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak terkait.
