Bitcoin Sebagai Indikator Harga dan Penyerap Guncangan Tercepat di Konflik Iran
Finansial
Mata Uang Kripto
15 Mar 2026
266 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bitcoin menunjukkan ketahanan yang lebih besar selama ketegangan geopolitik, bertindak sebagai 'shock absorber' pasar.
Harga Bitcoin mengalami pola kenaikan yang stabil setelah setiap penjualan, menunjukkan minat beli yang konsisten.
Konflik dapat mempengaruhi pasar global, tetapi Bitcoin berfungsi sebagai likuiditas yang dapat menyerap dampak dari peristiwa mendalam.
Bitcoin menjadi aset harga pertama yang merefleksikan konflik Iran ketika hanya Bitcoin yang buka pasar pada saat serangan awal AS dan Israel. Harga Bitcoin turun 8,5% pada hari itu, namun kemudian mengungguli emas, S&P 500, dan pasar saham Asia dalam dua minggu berikutnya. Hal ini menunjukkan Bitcoin mampu menyesuaikan ke kondisi konflik lebih cepat dibanding aset lainnya.
Bitcoin menunjukkan pola kenaikan 'higher lows' dari level Rp 1.07 juta ($64.000) hingga Rp 1.18 juta ($70.596) di sejumlah peristiwa militer selama dua minggu perang. Sementara itu, level Rp 1.22 juta ($73.000) -Rp 1.24 juta ($74.000) bertindak sebagai resistance yang sudah menolak Bitcoin empat kali. Pola ini menandakan pasar Bitcoin terus menemukan titik beli pada harga yang lebih tinggi walau terjadi penurunan sementara akibat berita buruk.
Meskipun bukan aset safe haven tradisional, Bitcoin berfungsi sebagai pasar likuid 24/7 yang menyerap guncangan lebih cepat. Respons cepat Bitcoin yang lebih baik dari emas dan pasar saham tradisional memberikan sinyal bahwa Bitcoin telah bertransformasi menjadi aset yang independen dan stabil dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik.
Analisis Ahli
PlanB (pencipta model Stock-to-Flow Bitcoin)
Bitcoin selalu berperilaku sebagai aset digital yang memiliki sifat anti-inflasi dan likuiditas tinggi, sehingga dalam situasi ketidakpastian global seperti perang, wajar jika Bitcoin menjadi pelindung nilai alternatif.Catherine Coley (CEO Binance US)
Pasar Bitcoin bergerak independen dari pasar tradisional di saat terjadi peristiwa seperti konflik geopolitik karena mekanisme 24/7 trading-nya, ini menjadikan Bitcoin unik sebagai alat shock absorber.

