Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Tangguh Meski Dolar Menguat dan Konflik Timur Tengah Berlanjut

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (20d ago) cryptocurrency (20d ago)
13 Mar 2026
13 dibaca
1 menit
Bitcoin Tangguh Meski Dolar Menguat dan Konflik Timur Tengah Berlanjut

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin menunjukkan ketahanan meskipun ada tekanan geopolitik dan ekonomi.
Kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga dan kekhawatiran inflasi.
MicroStrategy terus memperluas kepemilikan Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasinya.
Bitcoin berhasil menembus angka 71.859,13 dolar AS di tengah situasi makroekonomi yang menantang dengan dolar yang menguat dan harga minyak tinggi. Kenaikan ini sekaligus menunjukkan performa bitcoin yang unggul dibandingkan saham dan aset makro lain sejak perang di Timur Tengah dimulai pada awal Maret. Penguatan dolar AS mencapai indeks 100 dan hasil obligasi tenor 10 tahun naik di atas 4,2%, yang biasanya menekan aset berisiko termasuk saham dan kripto. Meski begitu, beberapa saham terkait kripto seperti Strategy (MSTR) dan Coinbase (COIN) menunjukkan kenaikan, sementara penambang bitcoin berbasis AI menurun sedikit. Kondisi geopolitik dan inflasi yang tinggi memperkuat kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang akan mempengaruhi daya tarik investasi berisiko. Bitcoin yang tetap bertahan di tengah situasi ini menunjukkan potensinya sebagai aset alternatif di masa ketidakpastian.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos
Bitcoin menunjukkan resilien yang kuat di tengah krisis makro dan geopolitik, menegaskan posisinya sebagai aset perlindungan yang semakin relevan.
Nouriel Roubini
Meski ada dorongan dari beberapa sisi, volatilitas cryptocurrency tetap tinggi dan risiko sistemik dari suku bunga yang naik tidak dapat diabaikan.