TLDR
Grammarly meluncurkan fitur yang menggunakan nama penulis terkenal tanpa izin. Julia Angwin mengajukan gugatan akibat pelanggaran hak privasi dan publikasi. Fitur 'Expert Review' dinilai tidak memberikan umpan balik yang bermanfaat dan dihapus setelah kritik. Grammarly memperkenalkan fitur 'Expert Review' yang menggunakan AI untuk meniru umpan balik editorial dari tokoh terkenal seperti Stephen King dan Kara Swisher tanpa izin mereka. Fitur ini dijual kepada pelanggan dengan biaya 144 dolar per tahun namun menimbulkan kontroversi besar. Sejumlah penulis termasuk Julia Angwin menggugat perusahaan induk Grammarly atas pelanggaran hak privasi dan hak publikasi.Julia Angwin, yang juga dikenal sebagai jurnalis investigasi teknologi, mengajukan gugatan class action dan menyatakan bahwa reputasi dan keahlian profesional para penulis telah disalahgunakan tanpa persetujuan. Tokoh lain termasuk Timnit Gebru dan Casey Newton turut menjadi korban impersonasi AI ini. Fitur ini gagal memberikan umpan balik mendalam dan hanya menghasilkan komentar yang sangat generik sehingga kehilangan kredibilitas.Setelah kritik dan gugatan hukum, CEO Superhuman, Shishir Mehrotra, mengumumkan bahwa fitur tersebut telah dinonaktifkan. Meski meminta maaf, Mehrotra tetap membela gagasan di balik fitur tersebut. Kejadian ini menunjukkan tantangan besar dalam penggunaan AI yang mengandung nama dan citra publik serta pentingnya regulasi ketat dan persetujuan eksplisit ke depan.