TLDR
Grammarly menggunakan nama penulis tanpa izin dalam fitur baru mereka. Perusahaan menawarkan opsi untuk memilih keluar, tetapi tidak mengakui kesalahan. Ada kebutuhan mendesak akan perlindungan identitas dalam penggunaan teknologi AI. Grammarly memperkenalkan fitur 'Expert Review' yang menggunakan nama beberapa penulis dan profesional tanpa izin mereka untuk meningkatkan kredibilitas saran AI. Fitur ini diketahui oleh beberapa kolaborator dan jurnalis setelah pengujian produk.Perusahaan Superhuman yang mengelola fitur tersebut merespon dengan memberikan opsi bagi para ahli untuk opt-out melalui email, tanpa permintaan maaf atau penghentian fitur itu. Pernyataan resmi hanya menyinggung niat memberi kontrol lebih, bukan meminta izin sebelumnya.Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai hak atas nama dan identitas digital, menuntut perlindungan lebih baik dari perusahaan teknologi. Jika tidak disikapi serius, praktik seperti ini dapat merusak kepercayaan pengguna dan memicu regulasi ketat di masa depan.