Grammarly Gunakan Nama Nyata Tanpa Izin, Hanya Sediakan Opsi Opt-Out Email
Courtesy of TheVerge

Grammarly Gunakan Nama Nyata Tanpa Izin, Hanya Sediakan Opsi Opt-Out Email

Mengungkap praktik kontroversial Grammarly dalam menggunakan identitas nyata orang tanpa izin dalam fitur AI mereka, serta menyoroti kurangnya respons yang memadai dari perusahaan untuk melindungi nama-nama tersebut secara proaktif.

10 Mar 2026, 22.54 WIB
43 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Grammarly menggunakan nama penulis tanpa izin dalam fitur baru mereka.
  • Perusahaan menawarkan opsi untuk memilih keluar, tetapi tidak mengakui kesalahan.
  • Ada kebutuhan mendesak akan perlindungan identitas dalam penggunaan teknologi AI.
Tidak disebutkan, kemungkinan Amerika Serikat - Grammarly memperkenalkan fitur 'Expert Review' yang menggunakan nama beberapa penulis dan profesional tanpa izin mereka untuk meningkatkan kredibilitas saran AI. Fitur ini diketahui oleh beberapa kolaborator dan jurnalis setelah pengujian produk.
Perusahaan Superhuman yang mengelola fitur tersebut merespon dengan memberikan opsi bagi para ahli untuk opt-out melalui email, tanpa permintaan maaf atau penghentian fitur itu. Pernyataan resmi hanya menyinggung niat memberi kontrol lebih, bukan meminta izin sebelumnya.
Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai hak atas nama dan identitas digital, menuntut perlindungan lebih baik dari perusahaan teknologi. Jika tidak disikapi serius, praktik seperti ini dapat merusak kepercayaan pengguna dan memicu regulasi ketat di masa depan.
Referensi:
[1] https://theverge.com/tech/891822/grammarly-superhuman-expert-review-names-without-permission-opt-out-email

Analisis Ahli

Casey Newton
"Menyoroti kurangnya komunikasi terbuka dari CEO dan menilai opsi opt-out melalui email sebagai solusi yang tidak memadai terhadap isu serius perlindungan identitas."
Alex Gay
"Mengakui masukan publik dan menyampaikan niat untuk memperbaiki fitur agar memberi kontrol lebih besar kepada para 'ahli' yang namanya digunakan, namun tanpa menghilangkan fitur itu sendiri."

Analisis Kami

"Penggunaan nama asli tanpa izin oleh Grammarly menunjukkan kurangnya etika dan transparansi dalam pengembangan produk AI yang berimplikasi pada reputasi dan privasi individu. Jika tidak segera diperbaiki dengan kebijakan yang jelas dan perlindungan otomatis, hal ini bisa memicu kerugian kepercayaan pengguna dan tuntutan hukum."

Prediksi Kami

Grammarly kemungkinan akan menghadapi tekanan publik dan regulator untuk membuat kebijakan penggunaan identitas yang lebih transparan dan protektif, serta mengambil langkah teknis yang lebih proaktif daripada sekadar menyediakan opsi opt-out berbasis email.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan Grammarly yang menimbulkan kontroversi?
A
Grammarly menggunakan nama penulis untuk memberikan kredibilitas pada saran AI tanpa izin.
Q
Siapa saja yang namanya digunakan oleh Grammarly tanpa izin?
A
Nama Nilay Patel, David Pierce, Tom Warren, dan banyak penulis terkenal lainnya digunakan.
Q
Apa yang ditawarkan Grammarly sebagai solusi untuk masalah ini?
A
Grammarly menawarkan opsi untuk memilih keluar (opt-out) melalui email.
Q
Mengapa penggunaan nama tanpa izin dianggap sebagai masalah?
A
Penggunaan nama tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran hak privasi dan identitas penulis.
Q
Apa harapan penulis terkait kontrol atas nama mereka?
A
Penulis berharap agar mereka bisa memiliki lebih banyak kontrol atas penggunaan nama mereka.