Likuidasi Rp400 Miliar di Aave akibat Kesalahan Harga Token wstETH Sementara
Finansial
Mata Uang Kripto
11 Mar 2026
209 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Masalah likuidasi di Aave disebabkan oleh kesalahan konfigurasi pada oracle risiko.
Nilai wstETH yang dilaporkan lebih rendah dari nilai pasar menyebabkan beberapa posisi pinjaman menjadi berisiko.
Aave dan Lido tetap beroperasi dengan normal meskipun terjadi masalah likuidasi ini.
Dalam 24 jam terakhir, platform peminjaman terdesentralisasi Aave mengalami likuidasi sebesar 27 juta dolar AS. Likuidasi ini disebabkan oleh masalah harga sementara token wstETH yang digunakan sebagai jaminan. Aave menggunakan oracle untuk menentukan nilai jaminan sehingga terjadi likuidasi saat nilai dianggap kurang.
Masalah terjadi karena oracle CAPO yang mengatur batas kenaikan harga token yield-bearing seperti wstETH salah mengonfigurasi data acuan dan timestamp. Oracle ini menilai wstETH 2,85% lebih rendah dari harga pasar sebenarnya yakni 1,19 ETH dibanding 1,23 ETH di pasar. Kesalahan ini memicu likuidasi beberapa posisi peminjam di Aave.
Tidak ada kerugian utang buruk yang tercatat, namun para liquidator berhasil mendapatkan keuntungan sekitar 499 ETH. Lido menyatakan masalah bukan berasal dari token wstETH atau protokol mereka, melainkan konfigurasi oracle Aave. Insiden ini menunjukkan pentingnya pengelolaan dan audit oracle pada protokol DeFi.