
Courtesy of CoinDesk
Ancaman Stabilcoin: Bagaimana Mata Uang Digital Menekan Keuntungan Bank Tradisional
Menginformasikan potensi risiko yang ditimbulkan oleh pertumbuhan stablecoin terhadap pendapatan dan simpanan bank tradisional serta bagaimana bank bereaksi terhadap perkembangan ini.
11 Mar 2026, 03.46 WIB
70 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pertumbuhan stablecoin dapat mengurangi setoran bank tradisional dalam jangka menengah.
- Undang-undang seperti GENIUS Act bertujuan untuk mengatur pasar stablecoin dan mengurangi risiko bagi bank.
- Bank besar mulai meluncurkan stablecoin mereka sendiri untuk tetap bersaing di pasar yang berkembang.
Amerika Serikat - Stabilcoin berkembang pesat dan mulai mengancam simpanan inti bank dengan potensi penarikan 3% hingga 5% dalam lima tahun ke depan. Meskipun bukan ancaman langsung yang menyebabkan penarikan mendadak, eksistensinya mulai berdampak pada pendapatan bank secara signifikan.
Market cap stabilcoin sudah mencapai 314 miliar USD dan diperkirakan bisa naik hingga 1,15 triliun USD, didukung undang-undang GENIUS yang membatasi stablecoin hanya sebagai instrumen pembayaran, bukan produk tabungan. Bank besar dan perusahaan investasi seperti Fidelity serta Goldman mulai masuk ke pasar ini dengan meluncurkan stablecoin sendiri.
Pertumbuhan stablecoin memungkinkan pergerakan dana lebih cepat dan peluang yield lebih tinggi lewat DeFi, yang menyebabkan bank mengalami peningkatan biaya pendanaan dan tekanan pada profitabilitas. Bank dengan konsentrasi simpanan ritel lebih besar menjadi yang paling berisiko dan harus segera mengantisipasi perubahan ini.
Referensi:
[1] https://www.coindesk.com/business/2026/03/10/stablecoin-boom-could-eat-into-traditional-banks-profits-warn-jefferies-analysts
[1] https://www.coindesk.com/business/2026/03/10/stablecoin-boom-could-eat-into-traditional-banks-profits-warn-jefferies-analysts
Analisis Ahli
Brian Moynihan
"Kemungkinan adanya pergeseran hingga 6 triliun USD dari simpanan bank ke stablecoin dapat merusak sistem perbankan yang sudah mapan."
David Chiaverini
"Risiko jangka menengah berupa penurunan simpanan secara bertahap tidak boleh diabaikan karena stablecoin menawarkan peluang yield melalui aktivitas yang tidak bisa ditolak oleh nasabah."
Analisis Kami
"Pertumbuhan stablecoin merupakan tantangan serius bagi bank tradisional yang selama ini mengandalkan simpanan sebagai sumber dana murah. Bank harus cepat beradaptasi dengan teknologi blockchain dan tokenisasi agar tetap relevan dan tidak kehilangan portofolio simpanan mereka ke aset digital dengan yield lebih menarik."
Prediksi Kami
Dalam lima tahun ke depan, stablecoin akan terus tumbuh signifikan dan menyebabkan migrasi simpanan inti dari bank tradisional ke aset digital, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pendanaan bank dan menekan margin keuntungan mereka.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan stablecoin?A
Stablecoin adalah cryptocurrency yang dirancang untuk mempertahankan nilai stabil dan biasanya dipatok 1:1 dengan mata uang fiat seperti dolar AS.Q
Mengapa bank khawatir tentang pertumbuhan stablecoin?A
Bank khawatir karena pertumbuhan stablecoin dapat mengurangi jumlah setoran mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan biaya pendanaan dan merugikan profitabilitas.Q
Apa itu GENIUS Act dan bagaimana pengaruhnya terhadap stablecoin?A
GENIUS Act adalah undang-undang di AS yang membatasi penerbitan yield langsung kepada pemegang stablecoin, sehingga mengurangi daya tariknya sebagai produk tabungan.Q
Siapa yang meluncurkan Fidelity Digital Dollar?A
Fidelity Digital Dollar diluncurkan oleh Fidelity Investments untuk bersaing di pasar stablecoin yang berkembang.Q
Bank mana yang dianggap paling terpapar risiko dari stablecoin?A
Bank yang dianggap paling terpapar risiko dari stablecoin termasuk WTFC, FLG, WBS, EGBN, dan AX karena konsentrasi tinggi setoran ritel dan berbunga.