Bank-Bank Besar AS Siap Terjun Ke Dunia Stablecoin Meski Legislasi Masih Berjalan
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
16 Jul 2025
213 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase dan Citigroup mulai berinvestasi dalam stablecoin sebagai respons terhadap perkembangan digital.
Legislasi kripto yang sedang dibahas dapat memberikan kerangka kerja yang jelas untuk penggunaan stablecoin di AS.
Ada ketidakpastian mengenai risiko yang terkait dengan penggunaan stablecoin, terutama terkait dengan stabilitas pasar.
Bank besar seperti JPMorgan Chase dan Citigroup mulai berencana untuk mengeluarkan stablecoin mereka sendiri sebagai bagian dari adaptasi teknologi digital dan inovasi dalam sistem pembayaran. Hal ini muncul ditengah pembahasan legislasi kripto yang masih berjalan di Kongres Amerika Serikat.
Meski ada hambatan politik, terutama dari sebagian anggota GOP di DPR, legislasi stablecoin yang sudah disetujui di Senat memberikan sinyal positif bahwa penggunaan stablecoin yang didukung dolar AS akan segera mendapat persetujuan pemerintah.
Para pemimpin bank menyatakan bahwa stablecoin memberikan kemudahan tambahan, terutama dalam hal kecepatan transaksi dan efisiensi pembayaran lintas batas yang selama ini menjadi tantangan sistem pembayaran tradisional.
Namun, penggunaan stablecoin saat ini sebagian besar masih untuk menyelesaikan perdagangan aset kripto, dan baru sebagian kecil digunakan untuk pembayaran langsung di masyarakat. Ini menunjukkan stabilisasi dan penyesuaian pasar yang masih berlangsung.
Selain bank, perusahaan besar seperti Amazon dan Walmart juga mulai menjajaki peluang stablecoin, yang bisa membawa perubahan signifikan dalam dunia pembayaran digital dan menggeser dominasi jaringan kartu kredit seperti Visa dan Mastercard.
Analisis Ahli
Adrian Zsolt (kripto analis)
Regulasi yang jelas seperti ini sangat dibutuhkan agar stablecoin bisa berkembang sehat dan mereduksi risiko pasar yang selama ini jadi kekhawatiran investor dan regulator.Cathy Wood (CEO ARK Invest)
Stablecoin akan jadi motor penting dalam transisi ke ekonomi digital karena kemampuannya mempermudah transaksi lintas negara dengan biaya rendah.