TLDR
Grammarly berencana untuk memperluas layanannya dengan mengakuisisi Superhuman. Perusahaan berambisi untuk menciptakan platform produktivitas dengan berbagai agen cerdas. CEO baru hasil akuisisi, Shishir Mehrotra, diharapkan dapat memimpin inovasi dalam perusahaan. Grammarly mengumumkan rencana akuisisi Superhuman, aplikasi email yang sedang naik daun, untuk memperkuat produktivitas penggunanya dalam berkomunikasi melalui email. Email adalah fitur utama Grammarly bagi pekerja profesional dan AI bawaan mereka telah membantu merevisi jutaan email setiap minggunya.Dengan memiliki Superhuman, Grammarly bisa memiliki aplikasi email sendiri yang sekaligus menjadi tempat bagi AI mereka bekerja lebih optimal. Ini juga menunjukkan ambisi Grammarly yang lebih besar dari sekedar alat perbaikan tulisan, melainkan menjadi platform produktivitas dengan berbagai agen AI cerdas.Grammarly membayangkan masa depan di mana pengguna bisa menggunakan banyak agen sekaligus, seperti agen komunikasi, penjualan, dukungan hingga pemasaran, yang membantu menyusun berbagai pesan dan dokumen untuk pekerjaan sehari-hari.Walau begitu, tantangan terbesar bagi Grammarly adalah mewujudkan visi ini dan bersaing dengan perusahaan AI besar lain seperti OpenAI dan Google, yang juga mengembangkan agen AI canggih dan platform produk yang kompleks.Untuk memperkuat langkahnya, Grammarly juga telah mengakuisisi startup Coda dan menunjuk co-founder Coda, Shishir Mehrotra, sebagai CEO bersama untuk mengawasi penggabungan perusahaan dan mempercepat pengembangan teknologi AI mereka.