Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Grammarly Berganti Nama Jadi Superhuman Dan Luncurkan Asisten AI Baru

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
29 Okt 2025
128 dibaca
2 menit
Grammarly Berganti Nama Jadi Superhuman Dan Luncurkan Asisten AI Baru

TLDR

Grammarly mengubah namanya menjadi Superhuman setelah akuisisi.
Superhuman Go adalah asisten AI baru yang membantu pengguna dalam menulis.
Grammarly berupaya untuk bersaing dengan alat produktivitas lainnya seperti Notion dan Google Workspace.
Grammarly, yang dikenal sebagai alat bantu menulis dan pengecekan tata bahasa, melakukan perubahan besar setelah mengakuisisi perusahaan email bernama Superhuman pada Juli lalu. Alih-alih menyerap merek Superhuman ke dalam brand Grammarly, mereka justru mengganti nama perusahaan menjadi Superhuman. Meski begitu, produk Grammarly tetap menggunakan nama Grammarly agar pengguna tidak bingung.Selain perubahan nama, perusahaan ini juga memperkenalkan asisten AI baru bernama Superhuman Go, yang sudah terintegrasi dalam ekstensi Grammarly. Asisten ini dapat membantu menulis dengan memberikan saran, melakukan koreksi, serta memberi umpan balik khusus untuk email yang dibuat pengguna. Asisten ini memiliki fitur tambahan yang bisa dihubungkan dengan aplikasi lain seperti Jira, Gmail, Google Drive, dan Kalender Google untuk adaptasi konteks pengguna.Dengan menggunakan koneksi ke berbagai aplikasi, Superhuman Go dapat membantu tugas-tugas otomatis seperti mencatat tiket otomatis di Jira atau mengambil waktu kosong pengguna untuk penjadwalan secara mudah. Ini membantu meningkatkan efisiensi kerja serta pengalaman pengguna dalam mengatur komunikasi dan dokumen profesional mereka.Grammarly menawarkan paket berlangganan baru dengan harga yang berbeda. Paket Pro berharga 12 dolar per bulan (bila dibayar tahunan) dengan dukungan tata bahasa dan nada dalam beberapa bahasa. Paket Bisnis seharga 33 dolar per bulan (dibayar tahunan) memberikan akses ke Superhuman Mail serta sejumlah fitur tambahan yang memudahkan kerja kolaboratif dan produktivitas.Perusahaan juga berencana menambahkan fitur kecerdasan buatan yang lebih canggih di produk lain yang mereka akuisisi, seperti Coda. Dengan langkah ini Grammarly alias Superhuman ingin bersaing ketat dengan platform lain seperti Notion, ClickUp, dan Google Workspace yang sudah lebih dulu meluncurkan fitur AI. Ini menunjukan ambisi perusahaan untuk menjadi pemimpin di ranah perangkat produktivitas berbasis AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.