Penelitian MIT Ungkap Perubahan Struktur Batu Basalt saat Menyimpan Karbon
Courtesy of InterestingEngineering

Penelitian MIT Ungkap Perubahan Struktur Batu Basalt saat Menyimpan Karbon

Menjelaskan bagaimana proses mineralisasi karbon di dalam batuan basalt mempengaruhi struktur internal batu tersebut untuk meningkatkan efektivitas penyimpanan karbon bawah tanah.

07 Mar 2026, 03.19 WIB
162 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Mineralisasi karbon dapat mengunci CO2 dalam bentuk batuan selama jutaan tahun.
  • Permeabilitas batuan dapat berkurang saat mineral terbentuk, tetapi aliran fluida tetap dapat terjadi.
  • Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk merancang sistem penyimpanan karbon yang lebih efisien.
Iceland - Penelitian terbaru dari MIT mengeksplorasi proses mineralisasi karbon di batuan basalt sebagai metode penyimpanan CO2 bawah tanah. Peneliti menyuntikkan cairan ke dalam sampel basalt dan mengamati perubahan yang terjadi menggunakan pemindai X-ray CT. Tujuannya untuk memahami bagaimana struktur batu berubah saat karbon mengendap menjadi mineral.
Basalt memiliki banyak pori dan retakan yang memungkinkan aliran cairan serta mengandung unsur seperti besi, kalsium, dan magnesium yang bereaksi dengan CO2 membentuk mineral karbonat seperti kalsit dan dolomit. Studi menunjukkan bahwa mineralisasi terjadi di mikroretakan kecil yang menghambat aliran fluida, tapi volume pori hanya berkurang sedikit sekitar 5 persen. Proyek pilot di Islandia telah membuktikan lebih dari 95 persen CO2 berubah menjadi mineral dalam dua tahun.
Hasil penelitian menunjukkan meskipun permeabilitas batu menurun drastis karena penumpukan mineral, aliran fluida masih berlangsung sehingga proses mineralisasi dapat terus berjalan. Temuan ini membuka peluang untuk merancang sistem penyimpanan karbon yang lebih efisien dan aman. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana batu mengubah sifatnya selama proses mineralisasi, membantu insinyur mengelola penyimpanan karbon di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/mit-x-ray-study-basalt-carbon-storage

Analisis Ahli

Matėj Peč
"Pengetahuan tentang perubahan struktur batuan selama mineralisasi bisa menjadi kunci untuk merekayasa sistem penyimpanan karbon yang lebih efektif dan tahan lama."

Analisis Kami

"Penelitian ini memberikan wawasan kritis tentang bagaimana proses mineralisasi tidak hanya mengunci karbon tetapi juga memengaruhi sifat aliran di dalam batu, yang selama ini kurang diperhatikan. Dengan pemahaman ini, pengembangan teknologi penyimpanan karbon akan lebih efisien dan dapat menghindari kekhawatiran penurunan permeabilitas yang berlebihan."

Prediksi Kami

Dalam beberapa dekade ke depan, teknologi penyimpanan karbon melalui mineralisasi di batuan basalt akan semakin dioptimalkan dan digunakan secara luas sebagai solusi mitigasi perubahan iklim global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh tim MIT?
A
Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh tim MIT adalah untuk memahami bagaimana mineralisasi karbon mempengaruhi struktur batuan selama proses penyimpanan karbon dioksida.
Q
Mengapa basalt menjadi fokus utama dalam penyimpanan karbon?
A
Basalt menjadi fokus utama dalam penyimpanan karbon karena memiliki banyak pori dan retakan yang memungkinkan aliran fluida serta mengandung elemen yang dapat bereaksi dengan CO2.
Q
Apa yang ditemukan tentang permeabilitas batuan saat mineral terbentuk?
A
Ditemukan bahwa pembentukan mineral dengan cepat mengurangi permeabilitas batuan, namun porositas batuan tidak banyak berubah.
Q
Apa yang dimaksud dengan proyek CarbFix?
A
Proyek CarbFix adalah inisiatif di Islandia yang menginjeksi air kaya CO2 ke dalam formasi basalt, dan telah menunjukkan bahwa lebih dari 95 persen CO2 dapat berubah menjadi mineral dalam waktu dua tahun.
Q
Bagaimana eksperimen dilakukan untuk memahami struktur batuan?
A
Eksperimen dilakukan dengan menginjeksi fluida yang kaya mineral ke dalam sampel basalt dan memantau perubahan struktur dalam waktu beberapa hari dan minggu menggunakan pemindaian X-ray.