Cara Baru dan Murah Tangkap Karbon Pakai Udara Dingin dari LNG
Sains
Iklim dan Lingkungan
08 Jul 2025
200 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknik baru ini memanfaatkan energi dingin dari LNG untuk meningkatkan efisiensi penangkapan CO₂.
Penggunaan physisorbents menunjukkan potensi yang lebih besar untuk penangkapan karbon dengan biaya yang lebih rendah.
Metode ini dapat memperluas penerapan penangkapan karbon di berbagai wilayah di dunia, termasuk daerah yang lebih hangat dan lembab.
Para peneliti dari Georgia Tech menemukan cara baru yang lebih murah dan efisien untuk menangkap karbon dioksida (CO₂) guna membantu melawan perubahan iklim. Mereka memanfaatkan udara sangat dingin yang dihasilkan dari proses regasifikasi gas alam cair (LNG) yang biasanya terbuang. Udara dingin ini membuat bahan penyerap khusus, yang disebut physisorbents, bekerja lebih baik dalam menyerap CO₂.
Physisorbents berbeda dengan bahan tradisional yang menggunakan reaksi kimia. Mereka menyerap gas secara fisik, sehingga lebih cepat dan tidak mudah rusak. Namun, physisorbents biasanya kesulitan bekerja di udara hangat dan lembap. Dengan mendinginkan udara hingga -78°C menggunakan energi dingin LNG, kelembapan hilang, dan physisorbents bisa menyerap tiga kali lebih banyak karbon dibanding saat suhu ruang.
Bahan seperti Zeolite 13X dan CALF-20 terbukti efektif dan tahan lama untuk penangkapan ini. Metode ini juga membutuhkan energi yang lebih sedikit saat melepaskan CO₂ yang sudah diserap. Secara keseluruhan, cara baru ini dapat menekan biaya penangkapan karbon menjadi sekitar Rp 1.17 juta ($70) per ton, jauh lebih murah dibanding biaya yang saat ini ada.
Selain murah, pendekatan ini bisa menggunakan infrastruktur LNG yang telah ada di banyak wilayah pesisir dan kawasan beriklim sedang. Ini memungkinkan sistem penangkap karbon dapat diterapkan secara luas, tidak hanya di daerah kering dan dingin. Dengan pemanfaatan ini, diperkirakan hingga ratusan juta ton karbon dapat ditangkap setiap tahunnya pada tahun 2050.
Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam pencarian teknologi bersih dan berkelanjutan. Para peneliti akan terus mengembangkan bahan dan sistem ini supaya bisa tahan lama dan bekerja efektif dalam skala besar. Cara ini bisa menjadi solusi penting dalam upaya menjaga bumi dari pemanasan global yang semakin berbahaya.
Analisis Ahli
Ryan Lively
Teknologi ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan sumber energi yang sebelumnya terbuang, kita bisa menjawab tantangan besar iklim dengan solusi jangka panjang dan biaya rendah.Matthew Realff
Menurunkan suhu secara drastis membuka peluang baru untuk banyak material yang selama ini tidak dipertimbangkan, sehingga memperluas inovasi di bidang penangkapan karbon.