
Courtesy of TechCrunch
Startup Max Hodak Siap Luncurkan Chip Pengembalian Penglihatan Revolusioner
Menjadi perusahaan antarmuka otak-komputer pertama yang berhasil meluncurkan produk komersial untuk memulihkan penglihatan pasien dengan degenerasi makula serta memperluas teknologi BCI yang berdampak besar pada pengobatan dan kualitas hidup.
05 Mar 2026, 21.00 WIB
139 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Science Corporation berpotensi menjadi perusahaan antarmuka otak-komputer pertama yang memasarkan produknya.
- Teknologi PRIMA dapat memulihkan kemampuan membaca pada pasien yang mengalami kebutaan akibat degenerasi makula.
- Pendanaan sebesar $230 juta akan mendukung komersialisasi produk dan penelitian lebih lanjut dalam bidang neural interface.
Jerman, Uni Eropa - Science Corporation yang dipimpin oleh Max Hodak, mantan presiden Neuralink, mengklaim akan menjadi perusahaan pertama yang menghadirkan produk perangkat antarmuka otak-komputer (BCI) ke pasar. Perusahaan ini fokus pada chip PRIMA yang ditanam di mata untuk mengembalikan fungsi penglihatan pada pasien bermasalah penglihatan akibat degenerasi makula.
Startup tersebut mengakuisisi aset PRIMA dari perusahaan asal Prancis, Pixium Vision, pada 2024 dan melakukan pengembangan serta uji klinis sendiri di Eropa dan Amerika Serikat dengan hasil 80% pasien mengalami peningkatan tajam penglihatan. Mereka juga mengajukan aplikasi CE mark untuk pemasaran di Eropa dengan target persetujuan pada pertengahan 2026 dan memperluas uji coba untuk kondisi retina lainnya.
Pendanaan Seri C sebesar 230 juta dolar AS meningkatkan total pendanaan menjadi 490 juta dolar AS, yang akan digunakan untuk komersialisasi PRIMA dan pengembangan riset lebih lanjut. Keberhasilan produk ini berpotensi menjadi titik awal penggunaan BCI secara luas dan membuka peluang industri teknologi medis baru di masa depan.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/03/05/science-corp-closes-230m-round-as-it-pushes-to-get-its-brain-implant-to-patients/
[1] https://techcrunch.com/2026/03/05/science-corp-closes-230m-round-as-it-pushes-to-get-its-brain-implant-to-patients/
Analisis Ahli
Max Hodak
"Menegaskan bahwa ini adalah pertama kali kemampuan membaca secara lancar dapat dipulihkan di pasien buta, menandai kemajuan revolusioner dalam teknologi antarmuka otak dan penglihatan."
Investor Khosla Ventures
"Melihat potensi besar teknologi ini untuk mengubah cara pengobatan gangguan penglihatan dan mendukung inovasi medis dengan nilai ekonomi tinggi."
Analisis Kami
"Science Corporation sedang mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi teknologi yang sudah berjalan dan mengembangkannya secara progresif, ini menunjukkan pendekatan yang realistis dan cepat dalam teknologi medis yang kompleks. Keberhasilan peluncuran PRIMA akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pemimpin inovasi BCI dan membawa transformasi besar dalam pengobatan untuk gangguan penglihatan, sekaligus membuka peluang riset dan pengembangan baru di bidang antarmuka otak-biologi."
Prediksi Kami
Jika disetujui secara regulasi dan berhasil dipasarkan, teknologi PRIMA akan menjadi terobosan medis pertama yang secara efektif mengembalikan penglihatan pasien buta akibat degenerasi makula dan membuka jalan bagi aplikasi antarmuka otak-komputer yang lebih luas di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan Science Corporation?A
Science Corporation adalah startup yang mengembangkan antarmuka otak-komputer, khususnya chip PRIMA untuk memulihkan penglihatan.Q
Siapa pendiri Science Corporation?A
Pendiri Science Corporation adalah Max Hodak, yang juga merupakan mantan presiden Neuralink.Q
Apa itu PRIMA?A
PRIMA adalah chip kecil yang ditanamkan di mata untuk membantu memulihkan fungsi penglihatan pada pasien dengan degenerasi makula.Q
Apa tujuan pendanaan terbaru Science Corporation?A
Pendanaan terbaru Science Corporation bertujuan untuk mendukung komersialisasi PRIMA dan penelitian portofolio yang lebih luas.Q
Bagaimana proses regulasi untuk produk PRIMA di Eropa?A
Science Corporation telah mengajukan aplikasi CE mark untuk PRIMA dan berharap mendapatkan persetujuan pada pertengahan 2026 di Eropa.


