Startup Otak Komputer BrainCo Siap IPO dengan Valuasi Lebih Rp 21.71 triliun ($1,3 Miliar)
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
05 Agt 2025
63 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
BrainCo sedang dalam pembicaraan untuk meningkatkan pendanaan sebelum IPO.
Startup Tiongkok menunjukkan minat investor yang meningkat di bidang teknologi canggih.
Inovasi dalam teknologi otak-komputer semakin berkembang dengan munculnya beberapa perusahaan baru.
BrainCo adalah sebuah startup teknologi asal China yang didirikan oleh Han Bicheng, seorang alumnus Harvard. Perusahaan ini sedang dalam tahap diskusi untuk mengumpulkan dana sekitar Rp 1.67 triliun ($100 juta) dengan valuasi lebih dari Rp 21.71 triliun ($1,3 miliar) , sebagai persiapan menuju penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong atau daratan China.
BrainCo masuk dalam kelompok inovator teknologi yang dikenal sebagai 'Six Little Dragons' di kota Hangzhou. Mereka fokus pada pengembangan teknologi bionik dan antarmuka otak-komputer, yang memungkinkan manusia mengendalikan komputer melalui aktivitas otak.
Perusahaan ini menjadi pesaing langsung bagi Neuralink, yang didirikan oleh Elon Musk, serta startup lainnya dari China yang juga berusaha mengembangkan teknologi serupa. Kemajuan startup ini menarik perhatian para investor yang kini kembali berminat berinvestasi di sektor teknologi tinggi setelah masa pandemi dan regulasi yang ketat.
Pendanaan yang sedang dibahas dan persiapan untuk IPO masih dalam tahap awal dan dapat berubah tergantung kondisi pasar. Namun, minat besar dari investor China karena potensi teknologi ini mendorong perkembangan startup-startup seperti BrainCo dan DeepSeek.
Dengan langkah ini, BrainCo berpotensi mempercepat inovasi di bidang teknologi antarmuka otak-komputer dan bionik di China, serta meningkatkan daya saingnya di pasar global, terutama dalam menghadapi perusahaan teknologi besar lainnya.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Perkembangan startup teknologi AI dan antarmuka otak-komputer di China seperti BrainCo menunjukkan langkah strategis yang penting untuk industri kesehatan dan kecerdasan buatan di masa depan, mengindikasikan potensi pertumbuhan yang besar jika manajemen risiko dan regulasi dapat diatasi dengan baik.