
Courtesy of InterestingEngineering
Baterai Termal Zeolit Turunkan Konsumsi Listrik Pendinginan Data Center Hingga 86%
Mengembangkan model baterai termal berbasis zeolit yang menggunakan panas limbah dari fasilitas industri untuk mengurangi konsumsi listrik pada pendinginan data center secara signifikan, sehingga meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi beban pada jaringan listrik.
06 Mar 2026, 00.00 WIB
121 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Baterai termal berbasis zeolit dapat secara signifikan mengurangi konsumsi energi di data center.
- Sistem ini memanfaatkan limbah panas dari industri untuk pendinginan yang efisien.
- Meskipun meningkatkan penggunaan air, sistem ini juga mengurangi limbah air dari fasilitas industri.
Amerika Serikat - Peneliti di NYU Tandon School of Engineering mengembangkan model baterai termal berbasis zeolit untuk memanfaatkan panas limbah fasilitas industri sebagai sumber pendinginan pada data center. Sistem ini dapat mengurangi konsumsi listrik untuk pendinginan data center hingga 86%, serta mengintegrasikan penggunaan panas limbah dari industri secara efisien.
Model menggunakan zeolit yang dikeringkan dengan panas limbah di fasilitas industri, kemudian diangkut ke data center untuk menggantikan chiller berkapasitas listrik tinggi dalam proses pendinginan dengan adsorpsi uap air. Jarak rata-rata antar fasilitas memungkinkan transportasi bahan termal ini dengan truk listrik atau kereta tanpa kehilangan energi signifikan.
Penerapan teknologi ini akan meningkatkan efisiensi daya data center hingga 12%, mengurangi beban listrik keseluruhan hingga lebih dari 75%, tetapi meningkatkan konsumsi air sekitar 15-25%. Peneliti dan industri mulai berdiskusi untuk memperluas aplikasi nyata sehingga sistem ini dapat membantu pertumbuhan data center tanpa membebani jaringan listrik.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/thermal-batteries-waste-heat-data-center-cooling
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/thermal-batteries-waste-heat-data-center-cooling
Analisis Ahli
Dr. Steven Chu
"Penggunaan panas limbah untuk menggerakkan sistem pendinginan adalah pendekatan cerdas yang bisa mengatasi tekanan pada grid listrik sekaligus mendorong efisiensi energi secara menyeluruh."
Prof. Jane Goodall
"Inovasi teknologi ramah lingkungan seperti baterai termal berbasis zeolit harus didukung dengan manajemen sumber daya air yang berkelanjutan agar tetap menjaga keseimbangan ekosistem."
Analisis Kami
"Inovasi ini merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas limbah yang selama ini terbuang percuma dan mengatasi krisis energi pada data center. Namun, perlu terus diperhatikan dampak penggunaan air yang meningkat agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru di masa depan."
Prediksi Kami
Teknologi baterai termal zeolit berpotensi diadopsi secara luas untuk pendinginan data center, memicu peningkatan efisiensi energi nasional dan pengurangan konsumsi listrik secara signifikan di sektor teknologi informasi dan industri.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikembangkan oleh peneliti di NYU Tandon School of Engineering?A
Peneliti di NYU Tandon School of Engineering mengembangkan model menggunakan baterai termal berbasis zeolit.Q
Bagaimana sistem baru ini dapat mengurangi konsumsi listrik?A
Sistem ini dapat mengurangi konsumsi listrik untuk pendinginan data center hingga 86% dengan memanfaatkan limbah panas dari fasilitas industri.Q
Apa peran zeolit dalam sistem pendinginan ini?A
Zeolit berfungsi sebagai penyimpan panas termal dengan menyerap uap air untuk menghilangkan panas dari ruangan.Q
Berapa persen peningkatan dalam efektivitas penggunaan daya yang dicapai?A
Sistem ini mencapai peningkatan efektivitas penggunaan daya sebesar 12%.Q
Apa dampak penggunaan air dalam sistem ini?A
Sistem ini menggunakan 15 hingga 25 persen lebih banyak air secara keseluruhan, tetapi mengurangi penggunaan air di fasilitas industri.


