TLDR
Baterai termal berbasis zeolit dapat secara signifikan mengurangi konsumsi energi di data center. Sistem ini memanfaatkan limbah panas dari industri untuk pendinginan yang efisien. Meskipun meningkatkan penggunaan air, sistem ini juga mengurangi limbah air dari fasilitas industri. Peneliti di NYU Tandon School of Engineering mengembangkan model baterai termal berbasis zeolit untuk memanfaatkan panas limbah fasilitas industri sebagai sumber pendinginan pada data center. Sistem ini dapat mengurangi konsumsi listrik untuk pendinginan data center hingga 86%, serta mengintegrasikan penggunaan panas limbah dari industri secara efisien.Model menggunakan zeolit yang dikeringkan dengan panas limbah di fasilitas industri, kemudian diangkut ke data center untuk menggantikan chiller berkapasitas listrik tinggi dalam proses pendinginan dengan adsorpsi uap air. Jarak rata-rata antar fasilitas memungkinkan transportasi bahan termal ini dengan truk listrik atau kereta tanpa kehilangan energi signifikan.Penerapan teknologi ini akan meningkatkan efisiensi daya data center hingga 12%, mengurangi beban listrik keseluruhan hingga lebih dari 75%, tetapi meningkatkan konsumsi air sekitar 15-25%. Peneliti dan industri mulai berdiskusi untuk memperluas aplikasi nyata sehingga sistem ini dapat membantu pertumbuhan data center tanpa membebani jaringan listrik.