Teknologi Pendinginan Cair Cepat Bantu Atasi Kebutuhan Energi Pusat Data
Sains
Fisika dan Kimia
01 Feb 2026
198 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi pendinginan baru ini bisa mengatasi permintaan energi yang tinggi dari pusat data.
Sistem ini menggunakan ammonium thiocyanate untuk menyerap panas dengan cepat.
Dampak dari teknologi ini dapat meningkatkan manajemen panas dalam infrastruktur AI.
Para ilmuwan di China berhasil menciptakan teknologi pendinginan cair baru yang mampu menurunkan suhu dari suhu ruangan ke suhu di bawah nol dalam waktu kurang dari 30 detik. Teknologi ini menggunakan reaksi kimia khusus yang terjadi pada ammonium thiocyanate dalam air di bawah tekanan.
Inovasi ini memanfaatkan proses yang mirip dengan memeras spons basah, di mana tekanan dilepaskan sehingga garam kembali larut dan menyerap panas secara sangat cepat, memungkinkan penurunan suhu yang tajam dalam waktu singkat.
Dalam berbagai percobaan, larutan jenuh berhasil mendingin hingga 30 derajat Celsius dalam hitungan detik pada suhu ruangan, dan suhu tersebut bisa turun lebih dari 50 derajat di lingkungan yang lebih panas, memberikan kapasitas pendinginan yang sangat besar.
Teknologi ini sangat relevan untuk mengatasi tantangan pendinginan di pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sangat memerlukan solusi efisien untuk menangani peningkatan kebutuhan energi dan panas.
Jika dikembangkan dan diterapkan secara luas, sistem pendinginan ini dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional, serta membantu menjaga kestabilan sistem teknologi yang semakin kompleks di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei - Ahli Teknik Termal
Pendekatan menggunakan sifat kimia ammonium thiocyanate untuk sistem pendingin cair adalah terobosan yang menjanjikan, karena ini menggabungkan reaksi kimia cepat dengan aplikasi praktis di bidang teknologi.Prof. Zhang Ming - Spesialis Infrastruktur Data
Manajemen panas yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan di pusat data modern, dan teknologi seperti ini bisa menjadi game-changer jika dapat diadaptasi dengan baik.

