TLDR
Praktik taruhan pada peristiwa militer dapat menimbulkan kontroversi etis. Polymarket memungkinkan orang untuk bertaruh pada hasil peristiwa, termasuk konflik internasional. Legislasi mungkin diperlukan untuk mengatur atau melarang taruhan semacam ini. Enam akun baru di platform Polymarket meraih keuntungan besar dengan bertaruh bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran pada Februari. Mereka memasang taruhan hanya beberapa jam sebelum serangan terjadi, yang menimbulkan kecurigaan insider trading.Akun-akun tersebut baru dibuat dan hanya aktif untuk taruhan terkait serangan AS ke Iran, dengan total keuntungan mencapai US$ 1,2 juta. Polymarket bersifat anonim, membuat sulit mengidentifikasi pelaku, sementara platform serupa seperti Kalshi menerapkan verifikasi identitas untuk mencegah penyalahgunaan.Kejadian ini memicu kemarahan anggota kongres AS, seperti Senator Chris Murphy yang mengusulkan RUU pelarangan taruhan pada perang. Kasus ini membuka diskusi terkait legalitas dan etika pasar prediksi atas peristiwa geopolitik serta pentingnya regulasi yang lebih ketat.