TLDR
Pemadaman internet di Iran adalah langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan informasi. Serangan siber memainkan peran penting dalam konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Aplikasi dan infrastruktur telekomunikasi menjadi target serangan dalam konteks konflik siber. Serangan militer dan siber dari Amerika Serikat serta Israel menyebabkan pemadaman internet total di Iran selama lebih dari 72 jam, berdampak pada sekitar 90 juta warga negara tersebut. Pemerintah Iran memutus akses internet, mengulangi pola dari kebijakan pembatasan selama kerusuhan sosial terdahulu.Data dari NetBlocks menunjukkan akses internet normal hanya 1%, sementara serangan siber menargetkan infrastruktur komunikasi, termasuk aplikasi kalender keagamaan populer Badesaba yang diretas dengan pesan provokatif. Taktik ini bertujuan melemahkan jaringan komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).Pemadaman dan serangan siber tersebut menandai eskalasi konflik ke ranah digital, mempersulit komunikasi dan kontrol pemerintah atas narasi domestik. Potensi gangguan serupa akan terus mengancam stabilitas Iran dan keamanan jaringan telekomunikasi secara luas.