FATF Peringatkan Risiko Stablecoin Dalam Transaksi Ilegal dan Minta Pengawasan Ketat
Courtesy of CoinDesk

FATF Peringatkan Risiko Stablecoin Dalam Transaksi Ilegal dan Minta Pengawasan Ketat

Memberikan peringatan dan dorongan kepada regulator di seluruh dunia untuk meningkatkan pengawasan dan penerapan aturan anti pencucian uang terhadap penerbit stablecoin demi mencegah penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan dan negara yang terkena sanksi.

04 Mar 2026, 00.55 WIB
212 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Stablecoin berperan besar dalam aktivitas keuangan ilegal.
  • FATF menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap penerbit stablecoin.
  • Korea Utara dan Iran menggunakan stablecoin untuk mendanai aktivitas yang melanggar sanksi internasional.
global - FATF mengungkap stablecoin sebagai aset digital paling banyak digunakan dalam aktivitas ilegal dunia, termasuk oleh negara yang terkena sanksi seperti Iran dan Korea Utara. Laporan menunjukkan aktivitas onchain ilegal stablecoin mencapai miliaran dolar di tahun-tahun terakhir. Ini menempatkan stablecoin sebagai fokus utama dalam upaya pencegahan kejahatan keuangan global.
Data dari Chainalysis dan TRM Labs memperkuat laporan FATF dengan menunjukkan stablecoin mewakili sebagian besar transaksi ilegal aset virtual, dengan aktivitas bernilai ratusan miliar dolar per tahun. Sebagian besar aktivitas ilegal ini berhubungan dengan pendanaan proliferasi dan pembayaran lintas batas yang melanggar sanksi internasional. Kelemahan utama terletak pada transfer peer-to-peer melalui dompet tak berhosting yang sulit diawasi.
FATF menyerukan regulasi segera termasuk kewajiban anti pencucian uang bagi penerbit stablecoin, serta penggunaan teknologi pembekuan dompet dan pembatasan fungsi smart contract. Dengan nilai pasar stablecoin kini melebihi 300 miliar dolar, langkah cepat diperlukan agar regulator dapat menutup celah kepatuhan dan mencegah risiko pembiayaan ilegal yang semakin meningkat. Ini akan mempengaruhi kebijakan keuangan internasional di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.coindesk.com/policy/2026/03/03/international-financial-watchdog-warns-stablecoins-are-increasingly-used-in-sanctions-evasion-and-money-laundering

Analisis Ahli

Christine Lagarde
"Pengawasan stablecoin adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan global dan mencegah penyalahgunaan oleh aktor kriminal."
Nouriel Roubini
"Stablecoin tanpa regulasi yang ketat akan memperkuat risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga regulasi cepat dan jelas sangat diperlukan."

Analisis Kami

"Peningkatan penggunaan stablecoin dalam transaksi ilegal menunjukkan kelemahan signifikan dalam regulasi aset digital yang ada saat ini. Jika tidak segera ditangani dengan regulasi yang tegas, ancaman terhadap integritas sistem keuangan global akan semakin meningkat dan mempersulit upaya penegakan hukum internasional."

Prediksi Kami

Regulator global kemungkinan besar akan memberlakukan peraturan yang lebih ketat terhadap penerbit stablecoin, termasuk kewajiban pelaporan AML dan teknologi pemantauan yang lebih canggih, guna membatasi penggunaan stablecoin dalam aktivitas ilegal.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikatakan FATF tentang penggunaan stablecoin?
A
FATF menyatakan bahwa stablecoin adalah aset virtual yang paling populer digunakan dalam transaksi ilegal.
Q
Berapa estimasi aktivitas stablecoin ilegal yang terjadi pada tahun 2024?
A
Estimasi aktivitas stablecoin ilegal pada tahun 2024 adalah sekitar $51 miliar.
Q
Bagaimana cara Korea Utara dan Iran menggunakan stablecoin?
A
Korea Utara dan Iran menggunakan stablecoin seperti USDT untuk pendanaan proliferasi dan pembayaran lintas batas yang terkait dengan aktivitas yang dikenakan sanksi.
Q
Apa saja langkah yang disarankan oleh FATF untuk pengawasan stablecoin?
A
FATF menyarankan agar negara-negara memberlakukan kewajiban anti-pencucian uang pada penerbit stablecoin dan mempertimbangkan alat seperti pembekuan dompet.
Q
Mengapa dompet tidak terdaftar menjadi kerentanan utama dalam transaksi?
A
Dompet tidak terdaftar menjadi kerentanan utama karena transaksi dapat terjadi tanpa kontrol pencucian uang.