AI summary
Stablecoin telah menjadi salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia, menggerakkan triliunan dolar. Transaksi stablecoin kini mendekati skala infrastruktur keuangan tradisional seperti ACH di AS. Permintaan untuk stablecoin menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan utilitas di dunia nyata, menandakan pergeseran dalam cara kita melakukan transaksi keuangan. Stablecoin kini telah menjadi jaringan pembayaran besar dengan volume transaksi mencapai 46 triliun dolar selama setahun terakhir, meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Ini menandakan peran penting stablecoin dalam dunia keuangan modern dan kematangan teknologi blockchain dalam dunia keuangan.Jika memperhitungkan volume transaksi yang disesuaikan tanpa aktivitas bot, stablecoin memproses sekitar 9 triliun dolar dalam 12 bulan, volumenya lebih besar dari setengah transaksi Visa dan lima kali transaksi PayPal. Kecepatan transfer yang kurang dari satu detik dan biaya yang sangat murah menjadikannya pilihan unggul untuk pembayaran internasional.Dua penerbit stablecoin terbesar, Tether dan USD Coin, menguasai hampir 87% dari suplai stablecoin yang saat ini lebih dari 300 miliar dolar. Ethereum dan Tron adalah blockchain utama dimana stablecoin ini banyak beroperasi. Namun, pengembang terus menciptakan stablecoin baru yang sesuai dengan mata uang lokal dan kebutuhan regional.Stablecoin kini memainkan peran besar dalam perekonomian global dengan menyimpan cadangan surat utang AS sebesar 150 miliar dolar, menjadikannya pemegang surat utang terbesar ke-17 di dunia, menunjukkan bahwa stablecoin juga berpengaruh pada pasar makroekonomi dan nilai mata uang dolar.Laporan memperkirakan pasar stablecoin akan tumbuh sepuluh kali lipat ke angka lebih dari 3 triliun dolar pada tahun 2030. Dengan pertumbuhan yang pesat, stablecoin berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain serta menyaingi jaringan pembayaran raksasa seperti Visa dan PayPal.
Stablecoin kini bukan hanya alat bantu perdagangan kripto, tapi telah menjadi tulang punggung ekonomi digital yang sesungguhnya menawarkan efisiensi dan inklusivitas lebih baik dibandingkan metode pembayaran tradisional. Kalau regulasi dan teknologi terus membaik, mereka akan mengubah cara global mentransfer uang dengan kemungkinan mengurangi ketergantungan pada bank konvensional.