Memahami Tourette Syndrome: Fakta di Balik Tindakan Tak Sengaja dan Stigma
Courtesy of Forbes

Memahami Tourette Syndrome: Fakta di Balik Tindakan Tak Sengaja dan Stigma

Meningkatkan kesadaran publik tentang Tourette syndrome, terutama tentang karakteristik tics yang tidak disengaja dan hubungan stigma yang salah kaprah terhadap penderita TS, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan penuh pengertian.

28 Feb 2026, 19.00 WIB
51 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tics pada Sindrom Tourette adalah gejala involunter yang tidak mencerminkan karakter atau niat seseorang.
  • Kopolalia adalah gejala yang jarang dan sering salah dipahami, terjadi hanya pada sebagian penderita Sindrom Tourette.
  • Kesadaran publik yang lebih baik dapat mengurangi stigma dan meningkatkan kualitas hidup bagi individu dengan Sindrom Tourette.
London, United Kingdom - John Davidson, seorang advokat Tourette syndrome, membuat kehebohan saat BAFTA dengan tics vokal involunter yang menyuarakan kata ofensif, memperlihatkan tantangan penderita TS.
TS adalah kondisi neurologis yang melibatkan tics motorik dan vokal yang tidak disengaja; coprolalia adalah gejala langka dan sering disalahpahami yang menunjukkan ucapan kasar tanpa niat dari penderita TS.
Peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat tentang TS diharapkan dapat mengurangi stigma, menciptakan lingkungan yang lebih suportif, serta membantu penderita menjalani kehidupan sosial tanpa rasa takut.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/milletienne/2026/02/28/tourette-syndrome-and-tics---what-doctors-want-you-to-know/

Analisis Ahli

Dr. Jerome Lisk
"Coprolalia adalah gejala yang langka namun sangat disalahpahami pada TS, yang menunjukkan betapa pentingnya pemahaman yang tepat terhadap gangguan neurologis ini."
Dr. Ulrick Vieux
"Terapi perilaku yang berfokus pada pengenalan tanda-tanda awal tics dan pencegahannya memiliki efektivitas besar dalam mengurangi dampak TS dan meningkatkan kualitas hidup penderita."

Analisis Kami

"Seringkali masyarakat terlalu fokus pada gejala paling dramatis seperti coprolalia, padahal itu hanya dialami sebagian kecil penderita TS; edukasi yang tepat harus menekankan bahwa tics adalah gejala neurologis yang tidak disengaja. Pendekatan yang lebih empatik dan inklusif dari masyarakat akan sangat membantu meringankan beban psikologis penderita TS, memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang lebih normal."

Prediksi Kami

Dengan meningkatnya kesadaran dan edukasi publik, stigma negatif terhadap penderita Tourette syndrome akan berkurang, sehingga mereka dapat lebih mudah berpartisipasi dalam aktivitas sosial tanpa rasa takut atau malu.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan meningkatnya minat publik terhadap Sindrom Tourette?
A
Minat publik terhadap Sindrom Tourette meningkat setelah John Davidson mengalami tics yang tidak terkendali di acara BAFTA.
Q
Siapa John Davidson dan apa perannya dalam meningkatkan kesadaran tentang Sindrom Tourette?
A
John Davidson adalah seorang advokat yang memiliki Sindrom Tourette dan pengalamannya menginspirasi film I Swear.
Q
Apa itu kopolalia dan seberapa umum gejala ini terjadi pada penderita Sindrom Tourette?
A
Kopolalia adalah ungkapan kata-kata yang tidak pantas atau sosial yang terjadi secara involunter, dan terjadi pada 10-30% penderita Sindrom Tourette.
Q
Apa langkah-langkah pengobatan yang tersedia untuk Sindrom Tourette?
A
Langkah-langkah pengobatan termasuk terapi perilaku dan intervensi perilaku komprehensif untuk tics, serta kadang-kadang penggunaan obat.
Q
Mengapa penting untuk meningkatkan kesadaran publik tentang Sindrom Tourette?
A
Meningkatkan kesadaran publik penting untuk mengurangi stigma dan membantu orang dengan Sindrom Tourette menjalani kehidupan yang lebih baik.