Teknologi 3D Printing Laser Cetak Bangunan Tahan Panas dari Debu Bulan
Courtesy of InterestingEngineering

Teknologi 3D Printing Laser Cetak Bangunan Tahan Panas dari Debu Bulan

Mengembangkan teknologi 3D printing laser yang memanfaatkan regolit Bulan untuk membangun struktur dan infrastruktur tahan lama di Bulan yang efektif dari segi biaya dan berkelanjutan.

28 Feb 2026, 18.58 WIB
166 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Teknik pencetakan 3D dapat memanfaatkan debu bulan untuk membangun struktur lunar.
  • Material yang dihasilkan memiliki sifat mekanik yang kuat dan tahan terhadap suhu ekstrem.
  • Penggunaan sumber daya di lokasi dapat mengurangi biaya dan meningkatkan keberlanjutan misi luar angkasa.
Ohio, Amerika Serikat - Ilmuwan dari Ohio State University mengembangkan teknologi 3D printing laser yang bisa mengubah debu Bulan menjadi bahan bangunan keramik tahan panas dan kuat.
Mereka menggunakan simulasi debu Bulan, LHS-1, dan melapisinya tipis-tipis lalu dilebur dengan laser, menghasilkan material yang kuat dan tahan suhu ekstrem, penting untuk konstruksi di Bulan.
Teknologi ini memungkinkan pembangunan infrastruktur Bulan yang berkelanjutan dan murah tanpa harus mengirim material berat dari Bumi, sangat penting untuk misi jangka panjang seperti Artemis.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/space/moon-dust-bases-3d-laser-technique

Analisis Ahli

Sizhe Xu
"Material cetak akhir sangat bergantung pada kondisi laser dan atmosfer sehingga mesin cetak harus sangat fleksibel untuk berbagai skenario."
Sarah Wolff
"Kondisi luar angkasa sulit sekali ditiru di laboratorium, sehingga pengembangan mesin harus berfokus pada adaptasi maksimal terhadap lingkungan yang keras dan minim sumber daya."

Analisis Kami

"Teknologi ini membuka babak baru dalam eksplorasi luar angkasa dengan meminimalkan ketergantungan pada bahan impor dari Bumi yang sangat mahal. Namun, sensitivitas material terhadap kondisi lingkungan menjadi tantangan serius yang harus diatasi agar teknologi ini benar-benar dapat diaplikasikan di Bulan."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi ini kemungkinan akan diuji coba di lingkungan Bulan yang sesungguhnya atau stasiun luar angkasa, dan menjadi standar konstruksi untuk fase awal pemukiman manusia di Bulan.