Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Keunggulan Energi Murah dan Hijau China Dorong Dominasi Teknologi Global

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (2mo ago) climate-and-environment (2mo ago)
14 Jan 2026
95 dibaca
2 menit
Keunggulan Energi Murah dan Hijau China Dorong Dominasi Teknologi Global

Rangkuman 15 Detik

China memiliki infrastruktur energi yang lebih baik dibandingkan Eropa dan Amerika Serikat.
Pembangunan proyek energi besar di China berpotensi mendukung pertumbuhan industri teknologi dan manufaktur.
Biaya energi yang tinggi di negara-negara Barat dapat menghambat pertumbuhan industri penting.
Beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik besar-besaran yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan aktivitas bisnis. Contohnya termasuk gangguan di Eurotunnel, serta pemadaman di California yang semakin sering terjadi. Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem kelistrikan di wilayah-wilayah tersebut terutama menghadapi permintaan energi yang terus meningkat. Selain gangguan, biaya energi di Barat cukup tinggi, hal ini semakin menyulitkan industri teknologi yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar, seperti pusat data kecerdasan buatan (AI). Karena peningkatan permintaan dari sektor ini, jaringan listrik yang sudah terbebani akan semakin kesulitan menjaga ketersediaan listrik yang andal dan terjangkau. Sebaliknya, China mampu menjaga kestabilan pasokan listrik selama beberapa tahun terakhir setelah menghadapi beberapa pemadaman regional. Mereka terus membangun jaringan listrik yang lebih besar dan efisien dengan memasang pembangkit listrik baru dan proyek-proyek ambisius yang menggunakan sumber energi terbarukan. Salah satu proyek besar yang sedang berjalan adalah pembangkit listrik tenaga air di Sungai Yarlung Tsangpo di Tibet yang bernilai 137 miliar dolar AS. Proyek-proyek seperti ini merupakan bukti bahwa China tidak hanya fokus pada kapasitas namun juga menggunakan energi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka sekaligus mengurangi emisi karbon. Ahli dari Dezan Shira and Associates menegaskan bahwa China unggul jauh dalam hal kapasitas listrik dibandingkan AS dan Uni Eropa. Kestabilan dan perkembangan struktur energi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan China untuk mendominasi sektor manufaktur dan teknologi di panggung dunia.

Analisis Ahli

Alberto Vettoretti
Dalam kapasitas listrik, China jauh mendahului AS dan UE baik dari segi skala, struktur, maupun momentum pertumbuhan, yang merupakan faktor utama keunggulan mereka di bidang teknologi dan manufaktur.